Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyatakan membeludaknya pencari kerja yang mencoba peruntungan di Job Fair Bekasi beberapa waktu lalu merupakan buah dari kegagalan pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
"Pertumbuhan ekonomi memang ada di angka 5%, namun penyerapan tenaga kerjanya terus berkurang," ujar Huda saat dihubungi, Kamis (29/5).
Dahulu, sambung Huda, 1% pertumbuhan ekonomi negara sukses menyerap tenaga kerja sebanyak 400 ribu. Tapi saat ini, 1% pertumbuhan ekonomi negara hanya mampu menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja saja.
"Terlebih tenaga kerja yang terserap saat ini di sektor informal (sekitar 60% pekerja saat ini merupakan tenaga kerja informal). Pekerjaan formal terus menurun diiringi dengan deindustrialisasi," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi kepada dinas-dinas ketenagakerjaan provinsi untuk melakukan pembinaan agar penyelenggaraan job fair di daerah-daerah bisa berjalan kondusif.
"Kami akan berkoordinasi dengan dinas ketenagakerjaan provinsi untuk melakukan pembinaan," pungkasnya.(M-2)
“Dari sisi supply, setiap tahun jumlah lulusan S1 dan S2 meningkat cepat, sementara penciptaan kerja berkualitas tidak secepat pertumbuhan lulusan."
Temuan Jobstreet Indonesia dari sistem deteksi internal mereka per Oktober 2025, dua bidang tersebut menjadi target penipuan terbesar, yaitu administrasi dan dukungan perkatoran (39,36%)
Terdapat peningkatan dua kali lipat jumlah resume dan lowongan kerja yang diunggah di dark web pada Q1 2024 dibandingkan dengan Q1 2023, dan angka ini tetap sama pada Q1 2025.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dari sekitar 7.000 perusahaan di berbagai kawasan industri.
TANTANGAN para pencari kerja di era bonus demografi disebut akan semakin kompleks. Peluang kerja konvensional kini semakin terbatas akibat tingginya persaingan dan kuota yang minim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved