Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar pelaksanaan Indonesia Human Development View Forum atau Forum Peninjauan Pembangunan Manusia Indonesia.
Kegiatan tersebut dengan mengusung tema "Strategi Pembangunan Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas 2045", Kamis (23/05) siang di Ibis Budget Menteng, Jakarta Pusat.
Hasnu Ibrahim Ketua Pelaksana kegiatan menjelaskan, forum ini merupakan upaya aktivisme dan akademik yang dilakukan oleh PB PMII sebagai kelompok pemuda dan mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan bangsa Indonesia.
Baca juga : PB PMII Gagas Indonesia Maritime and Fisheries View Forum Menuju Indonesia Emas 2045
"Forum ini upaya aktivisme dan akademik yang dilaksanakan oleh PMII sebagai kelompok agen perubahan dalam memberikan input kepada pemerintahan guna mewujudkan Indonesia Emas 2045," jelas Hasnu.
Hasnu mengatakan, melalui forum ini akan terjadi titik temu bagaimana desain kebijakan pembangunan manusia unggul yang adaptif, kreatif, visioner dan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman.
Hasnu yang juga Wasekjen PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM tersebut menjelaskan, berbicara mengenai Indonesia Emas 2045 ini merupakan visi misi jangka panjang yang harus didesain sebaik mungkin.
Baca juga : Kepala OIKN Klaim Pembangunan IKN sebagai Transformasi untuk Peradaban Baru
"Kalau narasi Indonesia Emas ini tidak dirancang secara baik maka ini akan menjelma menjadi Indonesia cemas, sebab, bonus demografi akan menjadi bencana demografi menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia," kata Hasnu.
Melalui forum ini, kata Hasnu, ada 4 komponen kunci yang ditelaah secara seksama, aspek pendidikan, aspek ekonomi, aspek political will dan leadership, dan sumber daya manusia atau modal manusia (human capital).
Menurut Hasnu, hal ini penting dilakukan, sebab, kalau kita mencermati peta jalan negara nusantara di sana ada 3 variable ukur yakni negara nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan.
Perlu diketahui, kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof Harris Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek RI, Dr. Susianah Affandy Direktur Pemberdayaan Masyarakat IKN, Boni Hargens Akademisi Universitas Indonesia/Pendiri Lembaga Pemilih Indonesia dan Eliza Mardian Peneliti CORE Indonesia.
Sementara itu, kegiatan ini dihadiri oleh PB PMII, Kader PMII Jakarta, Organisasi Cipayung Nasional, Perwakilan BEM, Mahasiswa dari berbagai kampus Jabodetabek dan masyarakat umum. (Z-7)
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
ALFI CONVEX 2025, konferensi dan pameran logistik terbesar di Indonesia, resmi dibuka hari ini di ICE BSD, Tangerang.
Wakil Menteri Desa PDTT Ahmad Riza Patria yang turut hadir menilai tema kongres relevan dengan semangat penguasaan teknologi dan sains.
BADAN Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mitigasi mencegah keracunan makanan MBG
Generasi Muda Mathla’ul Anwar menggelar Forum Penguatan Peran Strategis Generasi Muda Mathla’ul Anwar Mendukung Program Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045.
Beasiswa tersebut diberikan kepada sejumlah anak anggota yang memenuhi kriteria, dari sisi prestasi akademik.
DJKI mengapresiasi peran guru dan dosen dalam peningkatan pencatatan hak cipta dan paten di lembaga pendidikan sepanjang 2022–2025.
Sistem pendidikan yang kolaboratif merupakan kunci dalam mencetak generasi masa depan yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
Pentingnya penguatan budaya akademik dan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.
Program ini bisa dijadikan momentum bagi perguruan tinggi guna membangun sinergi lintas negara dalam bentuk kerja sama akademik internasional.
Kampus mencari siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter etis, mampu berkomunikasi dengan baik, dan tangguh dalam menghadapi perubahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved