Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH kamu mendengar tentang Orphen? Obat ini sering digunakan oleh banyak orang untuk meredakan gejala alergi yang mengganggu. Dengan mengandalkan chlorpheniramine maleate sebagai bahan aktifnya, Orphen membantu mengatasi berbagai gejala alergi seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, dan mata berair.
Berikut ini informasi lengkap tentang obat ini.
Orphen adalah obat antihistamin yang mengandung zat chlorpheniramine maleate. Zat ini bekerja dengan cara menghambat histamin, zat alami dalam tubuh yang menyebabkan reaksi alergi, sehingga mengurangi gejala alergi.
Baca juga : Sering Dikonsumsi, Ternyata 2 Obat Sakit Kepala Ini Dapat Berisiko Memicu Anemia Aplastik
Orphen mengandung bahan aktif chlorpheniramine maleate sebanyak 4 mg. Menurut informasi dari laman WebMD, chlorpheniramine maleate bekerja dengan cara menghambat produksi zat alami tertentu, yaitu histamin, yang dihasilkan oleh tubuh selama terjadinya reaksi alergi. Melalui mekanisme ini, Orphen membantu mengurangi produksi cairan berlebihan dalam tubuh, sehingga dapat meredakan berbagai gejala alergi seperti mata berair, hidung tersumbat, bersin, dan rasa gatal.
Selain itu, Orphen juga efektif digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi alergi akut, antara lain:
Obat ini sebaiknya dikonsumsi pada waktu yang sama setiap hari, dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
Baca juga : Bentol Akibat Gigitan Kutu Busuk yang Meluas Pertanda Alergi
Efek samping yang mungkin timbul saat menggunakan Orphen termasuk mual, muntah, mengantuk, dan gejala overdosis jika dosis terlampaui. Gejala overdosis Orphen meliputi psikosis toksik, henti napas, kejang, reaksi distonik, dan gangguan irama jantung.
Penggunaan Orphen harus dihindari jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungannya atau jika mengonsumsi alkohol, obat depresan sistem saraf pusat, antikolinergik, atau MAOI. Orphen juga tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun atau pada kondisi tertentu seperti bronkitis, diabetes, asma, penyakit jantung, dan gangguan prostat.
Simpan Orphen pada suhu di bawah 25°C, terlindung dari cahaya langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Dengan demikian, orphen ini efektif untuk mengatasi gejala alergi, namun harus digunakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi Orphen, terutama jika memiliki riwayat medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain. (Z-10)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Dokter spesialis kulit dan kelamin sekaligus ahli estetika mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memeriksa label pada kemasan produk perawatan kulit sebelum membelinya
Kenali tanda-tanda tubuh kelebihan gula agar terhindar dari risiko diabetes dan gangguan metabolisme.
Telur rebus kaya protein dan nutrisi penting untuk tubuh, namun jika dikonsumsi berlebihan bisa memicu kolesterol tinggi, gangguan pencernaan, hingga obesitas.
Pepaya dikenal sebagai superfood yang kaya manfaat berkat kandungan vitamin, serat, dan antioksidannya. Namun, konsumsi pepaya secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping.
Lidah buaya dikenal sebagai tanaman herbal dengan banyak manfaat. Namun, penggunaannya secara berlebihan ternyata bisa menimbulkan efek samping yang merugikan.
Obat yang telah melewati masa kedaluwarsa dapat mengalami perubahan komposisi kimia, kehilangan efektivitas, atau bahkan menjadi beracun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved