Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Satuan Tugas Imunisasi IDAI Hartono mengatakan imunisasi dasar dinilai tidak cukup untuk melindungi anak dalam jangka panjang. Sehingga imunisasi dasar lengkap harus dilengkap lagi dengan imunisasi lanjutan, hingga imunisasi anak sekolah.
"Antibodi itu menurun dengan berjalannya waktu. Pada usia 18-24 bulan antibodinya 74,5% sementara jangka panjangnya 20,5%. Kemudian dilakukan booster maka antibodi naik kembali sampai 99,7% dan jangka panjangnya 87,1%," kata Hartono dalam Webinar: Sepekan Mengejar Imunisasi, Selasa (14/5).
Setelah diberikan dosis ulang imunisasi maka jangka panjangnya bisa mencapai 86,6%.
Baca juga : Zero-Dose Imunisasi Anak Ditargetkan Berkurang 25% pada 2024
Ia mencontohkan pada kasus difteri di Kalimantan Barat pada 2021 sebanyak 64% terjadi pada usia 5-9 tahun, kemudian 29% terjadi pada usia 1-4 tahun.
Jika dilihat sebaran imunisasinya 9,57% tidak diimunisasi, 5,31% imunisasi tidak lengkap, dan 1,6% sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
"Sehingga kita lihat imunisasi dasar lengkap saja tidak melindungi anak sampai 5-9 tahun. Sementara kasus yang meninggal adalah anak yang tidak pernah mendapatkan imunisasi sama sekali, sehingga imunisasi dasar harus lengkap dan perlu diulang," ujar dia.
Baca juga : Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Prioritas
Imunisasi harus lengkap diberikan kepada anak mulai dari imunisasi dasar, imunisasi lanjutan, hingga imunisasi anak sekolah. Imunisasi diperoleh dari Puskesmas hingga rumah sakit terdekat.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada 2018-2023 sekitar 1,8 juta anak belum mendapatkan imunisasi apa pun. Sehingga anak tersebut perlu mendapatkan imunisasi agar terlindung dari berbagai penyakit yang bisa dicegah.
"Anak yang belum mendapatkan imunisasi atau tidak lengkap maka anak tersebut bisa melakukan imunisasi kejar," pungkasnya. (Z-1)
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Alih-alih menghambat pertumbuhan, latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak.
Dari sisi keamanan, penggunaan wajah anak sebagai input data AI dinilai sangat rentan terhadap tindak kejahatan digital.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved