Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES merupakan penyakit kronis yang meningkatkan kadar gula darah di atas batas normal. Penyakit ini sering kali menimbulkan masalah luka yang sulit sembuh pada penderitanya. Penting untuk diketahui bahwa kadar gula darah normal pada tubuh dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi tubuh.
Sebelum kita masuk ke pemahaman tentang cara merawat luka diabetes, mari kita pahami dulu informasi penting seputar kadar gula darah yang normal. Menurut American Diabetes Association, berikut batas kadar gula darah normal pada orang dewasa.
Sebelum makan, normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70-130 miligram/desiliter. Setelah makan, kadar akan naik dari batas tersebut yaitu kurang dari 140 miligram/desiliter setelah 2 jam. Dalam kondisi puasa selama delapan jam, kadar gula darah normal yaitu kurang dari 100 miligram/desiliter. Menjelang waktu tidur, kadar gula darah normal berkisar antara 100-140 miligram/desiliter.
Baca juga : Masyarakat Diingatkan tidak Takut Periksa Gula Darah
Lantas, mengapa menjaga kadar gula darah normal begitu penting? Penting bagi siapapun untuk mengontrol kadar gula darah sebaik mungkin.
Kadar gula darah yang terlalu tinggi untuk jangka panjang dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit ginjal, kerusakan saraf, penyakit retina, dan penyakit jantung. Risiko komplikasi tersebut dapat diminimalkan dengan menjaga agar kadar gula darah selalu normal. Perubahan sekecil apapun akan memberikan perbedaan besar jika kamu tetap berkomitmen dan mempertahankan pengelolaan kadar gula darah normal setiap hari.
Nah, terlepas dari penjelasan di atas, penting juga nih buat kita pahami sebenarnya penyebab luka diabetes itu dan gejalanya.
Baca juga : Gula Darah yang Terkendali Bisa Hindari Komplikasi Diabetes
1. Kerusakan saraf atau sirkulasi darah yang buruk.
2. Telah menderita penyakit diabetes untuk waktu yang lama.
3. Kadar gula darah tidak terkontrol.
Baca juga : 14 November Diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia, Sejarah dan Tema
4. Kelebihan berat badan atau obesitas.
5. Tekanan darah atau kolesterol yang tinggi.
6. Tidak menjaga kesehatan, terutama merawat kaki dengan baik.
Baca juga : Kemenkes Gandeng Swasta untuk Tangani Diabetes di Wilayah Terpencil
Meskipun bisa terjadi di semua bagian tubuh, luka diabetes lebih sering muncul di bagian tungkai dan kaki. Luka di kaki akan sulit untuk sembuh, terutama jika aliran darah di kaki kurang lancar dan kadar gula darah terlalu tinggi. Kondisi ini sering ditemukan pada penderita diabetes tipe 2.
Untuk tanda-tanda kerusakan saraf pada penderita diabetes, dapat dilihat sebagai berikut.
1. Warna kulit menjadi gelap di sekitar area yang terpengaruh.
2. Berkurangnya persepsi terhadap suhu.
3. Muncul rasa sakit.
4. Rambut atau bulu rontok pada bagian tubuh yang mengalami gangguan.
5. Kesemutan dan mati rasa.
Jika penderita diabetes merasakan keluhan seperti yang disebutkan di atas, waspadai kemungkinan munculnya luka diabetes. Berikut beberapa gejala luka diabetes.
1. Luka, lecet, kapalan, serta perubahan pada kulit atau kuku kaki.
2. Keluarnya cairan atau nanah.
3. Muncul bau tidak sedap dari kaki atau bagian tubuh yang terluka.
4. Kulit menjadi kemerahan.
5. Rasa Sakit.
6. Bengkak.
Setelah mengetahui gejala dan tanda-tanda dari luka diabetes, berikut lima cara untuk merawat lukanya. Yuk disimak.
Menjaga kebersihan luka merupakan langkah penting dalam perawatan luka diabetes. Pastikan tangan sudah dicuci sebelum membersihkan luka dengan air hangat dan mengeringkannya dengan kain bersih. Oleskan salep antibakteri sebelum memperban.
Setelah membersihkan luka, pastikan area luka selalu tertutup dengan baik. Penggunaan perban membantu menjaga kelembapan dan kondisi ideal untuk penyembuhan. Meskipun luka kering mungkin terlihat sembuh, membiarkannya terbuka tanpa perban bisa memperlambat proses penyembuhan.
Penggantian perban secara teratur ialah langkah penting dalam perawatan luka diabetes. Pastikan tangan dicuci sebelumnya, lalu lepaskan perban dengan hati-hati, bersihkan luka, dan oleskan obat sebelum memasang perban baru. Jika luka sembuh, frekuensi penggantian perban bisa dikurangi.
Mengurangi tekanan pada luka sangat penting untuk proses penyembuhan. Perlindungan ekstra diperlukan pada area luka untuk mencegah tekanan berlebihan yang dapat memperlambat penyembuhan. Konsultasikan dengan dokter mengenai penanganan yang tepat.
Pantau kadar gula darah secara teratur karena kadar glukosa tinggi dapat menghambat proses penyembuhan luka. Dengan menjaga kadar gula darah dalam batas normal melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pengobatan yang tepat, proses penyembuhan dapat berjalan lebih lancar.
Demikian informasi tentang luka diabetes. Bila kalian mengalami hal yang sama berdasarkan gejala yang disebutkan di atas, pastikan untuk konsultasi dengan dokter agar dapat penanganan yang tepat dan sesuai. (Z-2)
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Luka yang sulit sembuh pada pasien dengan gula darah tinggi disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.
Proses pemulihan dan penyembuhan luka pasca-cedera, operasi, atau sakit ternyata sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang memadai, terutama protein.
Luka menyebabkan terbukanya permukaan kulit sehingga jaringan di bawahnya terekspos dan bisa menimbulkan nyeri, perdarahan, serta risiko infeksi.
luka tidak bisa disembuhkan dengan air liur atau oli
Tamara Dai menyampaikan orang awam kerap kali bingung untuk menjelaskan detail rasa sakit maupun jenis luka yang dimiliki.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved