Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA mengalami luka ringan, sejumlah orang tak jarang menutup luka tersebut dengan plester dan ada pula yang membiarkan tetap terbuka. Lalu, sebaiknya luka ditutup atau dibiarkan terbuka agar cepat sembuh?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. R.A. Adaninggar Primadia Nariswari, Sp.PD atau yang di kerap disapa dr. Ningz mengatakan tergantung dari besar dan dalamnya luka. Untuk luka yang parah tentunya harus dibawa dan mendapatkan perawatan yang tepat di rumah sakit.
"Kalau kita bicara luka-luka ringan ya sehari-hari, itu sebetulnya luka ini akan lebih mudah sembuh kalau ditutup. Kenapa? Karena luka itu akan menyembuh dengan baik kalau ada suatu kondisi lembab," katanya, sepertinya dikutip dari Instagram pribadinya @drningz.
"Lembab itu tidak terlalu basah lukanya, tidak terlalu kering, tapi dia harus bersih dari kontaminan. Jadi jangan kena kotoran, jangan kena air lagi, jangan kena bakteri ya. Maka idealnya memang ditutup," sambungnya.
Dr Ningz juga memberikan beberapa tips menangani luka ringan, sebagai berikut.
1. Mencuci Area Luka
Langkah pertama ialah mencuci luka tersebut dengan air bersih yang mengalir.
2. Keringkan Luka dan Berikan Antiseptik
Setelah dicuci, tunggu beberapa menit sampai luka tersebut kering dan berikan antiseptik di area luka tersebut.
3. Tutup Luka dengan Plester
Setelah itu, tutup luka dengan menggunakan plester untuk menghindari terkena bakteri, kotoran, dan lainnya. Dr Ningz menyarankan memilih plester yang bisa menutup seluruh permukaan luka agar bisa menghalangi masuknya kotoran atau bakteri, lalu kedap air tetapi oksigen masih bisa masuk, hipoalergenik, serta fleksibel di semua permukaan sehingga tidak mudah lepas. (Nas/M-3)
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Luka yang sulit sembuh pada pasien dengan gula darah tinggi disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.
Proses pemulihan dan penyembuhan luka pasca-cedera, operasi, atau sakit ternyata sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang memadai, terutama protein.
Luka menyebabkan terbukanya permukaan kulit sehingga jaringan di bawahnya terekspos dan bisa menimbulkan nyeri, perdarahan, serta risiko infeksi.
luka tidak bisa disembuhkan dengan air liur atau oli
Tamara Dai menyampaikan orang awam kerap kali bingung untuk menjelaskan detail rasa sakit maupun jenis luka yang dimiliki.
KEGIATAN mandi memang dilakukan secara rutin dua kali sehari, akan tetapi belum tentu sudah dilakukan dengan benar. Oleh sebab itu, mandi perlu dilakukan dengan benar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved