Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDUDUK Indonesia berpotensi kehilangan 2,5 tahun usia harapan hidup akibat polusi udara. Menanggapi hal itu, Climate Impact Associate Yayasan Indonesia Cerah Diya Farida menilai, ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan guna mengatasi permasalahan polusi di Indonesia. Pertama, melakukan inventarisasi sumber polutan. “Dari situ, pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat dalam mengatasi masalah polusi udara,” kata Diya saat dihubungi, Jumat (3/5).
Di samping itu, salah satu yang perlu didorong adalah transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan. Selain itu, pemerintah juga perlu mengetatkan aturan terkait karbon emisi yang dihasilkan oleh industri, termasuk menyetop adanya pembangunan captive power plant yang berbasis bahan bakar batu bara. “Jangan cuma menegakkan aturan atau sanksi yang menyasar masyarakat seperti jangan bakar sampah, gunakan transportasi publik dan lain-lain,” ucap Diya.
Terpisah peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Maryati menjelaskan, polusi udara secara umum meningkat pada musim kemarau. Pasalnya, saat itu curah hujan yang berfungsi sebagai pencuci polutan di udara relatif rendah.
Baca juga : 7 Makanan untuk Membersihkan Paru-paru saat Polusi Udara
“Selain itu, pada musim kemarau banyak terjadi pembakaran biomasa, baik di lahan/ hutan, pertanian, dan juga sampah yang mana pembakaran tersebut banyak menghasilkan polutan,” jelas Maryati.
Secara harian, ia menjelaskan, beberapa polutan mengalami peningkatan pada malam hari, misalnya partikulat, karbonmonoksida, karena faktor kestabilan atmosfer, yang mana pada malam hari udara relatif lebih stabil sehingga menghasilkan mixing layer yang rendah dan berdampak pada pengendapan polutan pada permukaan.
“Namun ada juga polutan yang tinggi pada siang hari misalnya ozon, karena polutan tersebut merupakan polutan sekunder yang dihasilkan oleh reaksi kimiawi di atmosfer yang dalam proses reaksinya membutuhkan radiasi matahari,” beber dia.
Menurut Maryati, perburukan polusi udara akan berdampak pada perubahan iklim. Pasalnya, perubahan komposisi kimia atmosfer yang secara langsung irasakan sebagai polusi udara dalam jangka panjang akan berdampak pada perubahan iklim. “Namun sebaliknya, adanya perubahan iklim memberikan feedback pada polusi udara,” ucap Maryati.
Senada dengan Diya, Maryati menilai, perlu adanya pengendalian secara sistematis terkait dengan polusi udara di Indonesia. Salah satu yang terpenting ialah pengendalian sumber dari polusi itu sendiri. “Pada garis besarnya, pengendalian sumber polusi udara dilakukan secara teknis dan regulasi formal yang mengikat,” ucap Maryati.(H-2)
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Fitria Agustina, menegaskan bahwa mandi satu hingga dua kali sehari sudah cukup, meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi cuaca ekstrem
Polutan yang terhirup ibu hamil dapat masuk ke aliran darah, menembus plasenta, dan memicu stres oksidatif serta peradangan yang berdampak pada janin.
Pada 2022, beban ekonomi akibat dampak kesehatan dari polusi udara diperkirakan mencapai US$220 miliar, atau sekitar 6,6% dari PDB nasional (PPP).
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 70,5 mikrogram per meter kubik.
Dengan kondisi tersebut, berdasarkan laman IQAir, maka kelompok sensitif disarankan agar sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan.
Kesepakatan ini bertujuan mengubah air laut menjadi kontrak yaitu merealisasikan komitmen investasi dan teknologi dalam pengembangan energi baru.
Permohonan rekomendasi tersebut diperlukan agar pengelola kawasan dapat menyediakan layanan ketenagalistrikan yang berjalan berdampingan dengan PLN.
Selama kesenjangan antara narasi diplomasi iklim dan implementasi kebijakan dalam negeri tetap terbentang lebar, komitmen emisi net-zero 2060 akan terus menjadi tantangan besar.
DESA Ambesia Selatan, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menjadi fokus kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang perikanan berbasis teknologi energi terbarukan.
Pembangkit Energi Terpadu Ausem ini menjadi contoh implementasi EBT berbasis komunitas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MBI), bagian dari the HEINEKEN Company, mengumumkan pencapaian dengan penggunaan energi terbarukan sebesar 99% di seluruh fasilitas produksi perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved