Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN menegaskan bahwa masa dari kelahiran hingga usia enam tahun merupakan periode krusial dalam perkembangan otak manusia. Selama periode ini, anak memiliki kesempatan penting untuk menyerap pendidikan dengan baik.
Keberhasilan pendidikan anak usia dini sangat berperan dalam pengembangan keterampilan STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika), meningkatkan kinerja akademis, dan menciptakan kesuksesan jangka panjang. Oleh karena itu, peran serta dan pengaruh orang tua selama masa kanak-kanak memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan fisik, intelektual, emosional, dan sosial anak.
Pendiri SIS Group of Schools Jaspal Sidhu menyampaikan, masalah memilih pendidikan anak usia dini di tanah air adalah hal yang komplek. Padahal, mempersiapkan Pendidikan Usia Dini (Preschool) yang berkualitas tidak hanya menyiapkan anak-anak untuk memasuki sekolah dasar, tetapi juga membentuk dasar kesejahteraan emosional seumur hidup dan pengembangan holistik.
Baca juga : Kurikulum Merdeka Belajar Perlu Evaluasi Sebelum Jadi Kurikulum Nasional
"Di Indonesia ini masih merupakan hal yang sangat klasik sekali," ungkap Jaspal Sindhu Pembukaan SIS Preschool di Sedayu City pada Rabu (24/4).
Dalam Pendidikan Anak Usia Dini, permainan dan pembelajaran menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. SIS Preschool Sedayu City mengakui pentingnya hal ini dan telah menyediakan beragam fasilitas terbaik untuk memastikan setiap siswa dapat berkembang secara maksimal di semua aspek.
Salah satu keunikan dari sekolah ini terletak pada setiap ruang kelasnya yang dilengkapi dengan LED smart board, menggantikan papan tulis konvensional. Hal ini memudahkan guru dalam menyajikan materi kepada siswa secara interaktif. Selain itu, tersedia juga berbagai ruang bermain, perpustakaan, ruang olahraga, dan fasilitas menarik lainnya yang mendukung kegiatan dan kebahagiaan setiap siswa di SIS Preschool Sedayu City.
Baca juga : Didominasi Swasta dan Tak Merata, Dampak PAUD Masih Terbatas
Peranan sekolah dan peranan rumah memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pendidikan anak, bukanlah sekadar subkontrak pendidikan. Keduanya memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk hubungan dan keseimbangan antara siswa dengan lingkungannya. Waktu yang dihabiskan di sekolah juga dapat memengaruhi hubungan interpersonal anak, karena interaksi dengan berbagai teman sebaya. Namun, terlalu banyak keterlibatan dalam lingkungan sekolah juga dapat menyebabkan tekanan dan depresi pada anak. Oleh karena itu, fokus yang berbeda dalam peran orang tua dan sekolah menjadi penting, dengan peran orang tua dalam mendidik anak datang hingga 30%, sementara peran sekolah masih menjadi pertimbangan utama dalam pendidikan.
Dalam kaitannya dengan hubungan interpersonal, peranan sekolah dan rumah bukanlah hal yang dapat dipisahkan dari pendidikan anak.
"Mereka bukanlah sekadar agen pendidikan yang disewa, tetapi memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di sekolah juga bisa memengaruhi hubungan anak dengan lingkungan sekitarnya, sementara terlalu sedikit interaksi dengan orang tua dapat menyebabkan ketidakseimbangan emosional. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan sekolah untuk memahami peran masing-masing dan fokus pada pendidikan yang holistik bagi anak, di mana peran orang tua dalam mendidik anak memiliki bobot hingga 30% sementara peran sekolah tetap menjadi elemen krusial dalam proses pendidikan," jelas dia.
Baca juga : Astra UD Trucks Aktif Cetak SDM Produktif dan Berkualitas di Dunia Otomotif Indonesia
Dalam dunia pendidikan adalah kebutuhan akan guru yang memiliki keterampilan interpersonal yang kuat, terutama dalam mengelola perilaku siswa. Sebuah tantangan terbesar adalah bahwa tidak semua guru memiliki bakat bawaan untuk menjadi lucu atau menghibur, tetapi ketegasan, konsistensi, dan keterbukaan pikiran tetap menjadi kunci dalam menghadapi berbagai perilaku siswa.
"Untuk meningkatkan kualitas guru, beberapa lembaga pendidikan telah memperkenalkan sistem unik, seperti sistem 8 poin, yang menarik dan efektif dalam merekrut calon guru yang berkualitas," jela dia.
SIS Group of School memiliki tekad yang kuat untuk berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadopsi kurikulum Nurtury Early Learner (NEL) dari Singapura, yang telah diakui secara internasional karena keunggulannya. Selain itu, sistem pendidikan Waldorf dan Montessori juga diterapkan sebagai pelengkap bagi seluruh siswa
SIS Preschool Sedayu City. Penggunaan kerangka kerja NEL membantu guru-guru preschool dalam memberikan pendidikan anak usia dini yang berkualitas tinggi dan merancang kurikulum yang sesuai untuk anak-anak usia empat hingga enam tahun. Lebih dari sekadar teori, kurikulum ini telah terbukti memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan anak yang mengikutinya. (Z-10)
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Learning Time, brand yang berfokus pada metode bermain efektif untuk anak usia dini, meluncurkan inovasi terbaru mereka, Learning Time Storytelling Series, pada Sabtu, 11 Oktober 2025.
Materi yang disampaikan penerapan prinsip pengasuhan positif, strategi membantu anak mengatur emosi, hingga penyusunan rutinitas sehat yang dapat dilakukan di rumah.
Sejumlah riset tentang otak menunjukkan bahwa fondasi penting dalam kehidupan manusia bukan lagi berada di usia sekolah dasar.
Melihat antusiasme yang tinggi dan dampak positif yang dihasilkan, Beeme Indonesia telah menyiapkan batch kedua Beeme Got Mini Talent.
Rumah Anak SIGAP Bandarharjo merupakan hasil inisiasi kerja sama antara Tanoto Foundation dan Pemerintah Kota Semarang.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyatakan, capaian tersebut mencerminkan arah kebijakan pendidikan Islam yang semakin kompetitif dan adaptif.
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merancang skenario penerapan kurikulum penanggulangan dampak bencana banjir dan lonsor yang terjadi di Sumatra dan Aceh.
Inisiasi Smart Integrated Dashboard Vokasi merupakan tindaklanjut arahan Presiden pada rapat kabinet tanggal 4–5 November lalu.
Sistem pendidikan yang kolaboratif merupakan kunci dalam mencetak generasi masa depan yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
Berpikir komputasional bukanlah kurikulum atau kegiatan baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dibangun lewat kegiatan sehari-hari.
Program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya mahir mengolah data, tetapi juga mampu menciptakan solusi cerdas berbasis teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved