Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Ini Skenario Penerapan Kurikulum bagi Siswa Korban Bencana Sumatra dari Kemendikdasmen

M Iqbal Al Machmudi
31/12/2025 12:57
Ini Skenario Penerapan Kurikulum bagi Siswa Korban Bencana Sumatra dari Kemendikdasmen
Aktivitas sekolah berangsur normal pascabencana banjir Aceh.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merancang skenario penerapan kurikulum penanggulangan dampak bencana Sumatra, yakini banjir dan longsor.

Tiga skenario diterapkan di semester genap tahun 2026. Pertama, untuk tanggap darurat 0-3 bulan penyesuaian kurikulum yakni minimum esensial kurikulum disederhanakan menjadi kompetensi esensial seperti literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan diri, dukungan psikososial, dan informasi mitigasi bencana.

"Kemudian pengembangan bahan belajar darurat, metode pembelajaran yang berisipat adaptif, artinya sangat fleksibel metode pembelajarannya," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/12).

Kemudian dukungan psikososial terintegrasi dalam pembelajaran, kemudian assessment yang sangat sederhana, tidak ada assessment formatif atau summatif yang kompleks, fokus pada kehadiran, keamanan, dan kenyamanan murid.

Skenario pemulihan dini yakni 3-12 bulan diterapkan kurikulum adaptif berbasis krisis integrasi, mitigasi bencana ke mata pelajaran yang relevan, kemudian program pemulihan pembelajaran, pembelajaran fleksibel dan diferensiasi.

Nantinya jadwal disesuaikan dengan kondisi siswa yang mungkin masih mengungsi penerapan blended atau hybrid learning jika memungkinkan, dan pengelompokan berdasarkan tingkat capaian murid. 

Kemudian sistem assessment dalam masa transisi, assessment berbasis portfolio atau unjuk kerja sederhana, remedial berkelanjutan untuk murid berdampak berat, penilaian perkembangan socio-emosional murid.

Kemudian untuk pemulihan lanjutan yakni 1-3 tahun, belajar dengan integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, dan pembelajaran inklusif berbasis ketahanan, serta sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.

"Ini yang terkait dengan pembelajaran yang nanti kita rencanakan dimulai pada tanggal 5 Januari yang akan datang," ujar dia.

Perlu diketahui sekolah yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra dan Aceh secara keseluruhan mencapai 4.149 sekolah. Di Aceh ada 2.756 sekolah, Sumatra Barat 443 sekolah, dan Sumatra Utara 950 sekolah. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya