Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SINDROM ovarium polikistik atau PCOS kerap dialami perempuan yang dapat menyebabkan tumbuhnya kista kecil di ovarium.
Dikutip laman Hindustan Times, Kamis (11/4), PCOS mengacu pada kondisi ketika produksi androgen dalam jumlah tidak normal di ovarium, yang menyebabkan pembentukan kista kecil.
Beberapa gejala PCOS yang sering dialami adalah menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, dan obesitas.
Baca juga : Anda Sudah Dewasa Tapi Masih Jerawatan? Kemungkinan Ada Masalah Hormon
Ahli Diet Tallene Hacatoryan mencatat, tanda-tanda testosteron tinggi dengan PCOS adalah munculnya banyak jerawat. Hal itu karena kelebihan testosteron memicu kelenjar keringat memproduksi lebih banyak minyak.
Hal ini selanjutnya dapat menyumbat pori-pori yang menyebabkan terbentuknya jerawat.
Selain itu, kelebihan testosteron dapat diubah menjadi dihydrotestosterone (DHT) dan menyebabkan pertumbuhan rambut wajah dan tubuh berlebih.
Baca juga : Ini Tips Menunda Andropause
Namun, testosteron juga bertanggung jawab mengecilkan folikel rambut di kepala sehingga menyebabkan rambut rontok. Rambut botak dan menipis bisa saja dialami pada penderita PCOS.
Hacatoryan juga mengatakan pertambahan berat badan pada PCOS sering kali dikaitkan dengan kelebihan testosteron dalam tubuh.
Tingkat testosteron yang tinggi dapat berhubungan dengan resistensi insulin sehingga ada kemungkinan orang dengan PCOS menderita diabetes.
Siklus menstruasi yang tidak teratur juga ternyata disebabkan karena tingginya kadar testosteron di tubuh yang mengganggu kadar Estrogen. Hal ini juga yang dapat membuat menstruasi menjadi jarang, menyakitkan, dan berat bagi penderita PCOS.
Untuk membantu mengatur kadar testosteron dalam tubuh, ahli menyarankan untuk minum teh spearmint secara berkala. (Ant/Z-1)
Proses penuaan pada manusia tidak semata-mata terjadi karena faktor usia, melainkan dipicu oleh menurunnya kadar hormon di dalam tubuh
Ketahui kebiasaan yang bisa menurunkan kesuburan pria, mulai dari vape, rokok, stres, hingga pola hidup buruk. Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Penelitian menunjukkan, satu dari dua laki-laki yang menderita diabetes tipe 2 atau obesitas menderita sindrom defisiensi testosteron.
Andropause merupakan keadaan munculnya sekumpulan gejala akibat penurunan salah satu jenis hormon pada pria, yaitu hormon testosteron hingga batas tertentu.
Penuaan pada manusia bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami tanpa sebab, melainkan dampak langsung dari penurunan kadar hormon dalam tubuh.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses penuaan pada manusia tidak semata-mata terjadi karena faktor usia, melainkan dipicu oleh menurunnya kadar hormon di dalam tubuh
Hormon menjadi faktor adanya penumpukan lemak, memang risikonya terjadi pada usia di atas 40, terutama pada perempuan.
Masalah ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak, dengan manifestasi klinis mulai dari jerawat persisten hingga gangguan kesuburan.
Pemeriksaan hormon rutin, yang umumnya menggunakan metode imunologi, kurang sensitif untuk membaca hormon dalam kadar yang sangat kecil, terutama pada perempuan dan anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved