Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau Dito, melangsungkan kick off atau peluncuran program Klub Bertemu Kaum Cendekiawan (Berkawan). Menpora berharap, Klub Berkawan menghasilkan cendekiawan seperti Presiden ke-3 RI BJ Habibie.
Acara Kick Off dilaksanakan pada Kamis (28/3), di The Habibie & Ainun Library, Jakarta. Selain Menpora Dito, beberapa tokoh dan narasumber hadir dalam diskusi, seperti Inisiator Kelas Isolasi, Syarif Maulana; Staf Khusus Presiden Angkie Yudistira; Ketua Dewan TIK Nasional Ilham Habibie; Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar. Selain itu, hadir juga komika Anggi Wahyudi; Inisiator Think Policy Andhyta F Utami; Atlet Bulu Tangkis Jonatan Christie ; Director of Public Policy Pijar Foundation Cazadira Fadiva Tamzil; dan Tim Staf Khusus Kemenpora, Akbar Restu Fauzi.
“Kenapa saya memilih The Habibie & Ainun Library untuk tempat kick off Klub Berkawan? Karena Kemenpora berharap program ini bisa melahirkan Habibie-Habibie baru yang akan memegang peran penting untuk masa depan Indonesia,” kata Menpora Dito, Jumat (28/3).
Baca juga : Menpora Dito Ariotedjo Serahkan Nasib Kontrak Shin Tae-yong ke PSSI
Dito menjelaskan, Klub Berkawan, adalah wadah untuk para cendekiawan muda, para minoritas kreatif. Wadah ini diharapkan melahirkan gagasan baru dari generasi muda.
“Melalui program Klub Berkawan, kami menyediakan wadah bagi para cendekiawan muda, para minoritas kreatif untuk berdebat gagasan melahiran konsep-konsep keren yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Dito menegaskan komitmen untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada pemuda. Dia berharap, pemuda bisa berkontribusi banyak untuk Republik Indonesia.
Baca juga : Indonesia Future Network Jadi Forum Kolaborasi Pemimpin Masa Depan Indonesia
“Mewakili Kemenpora RI, saya siap berkomitmen untuk mengawal dan memberi ruang yang luas kepada seluruh cendekiawan muda Indonesia untuk berkontribusi di berbagai sektor strategis nasional,” ujar Dito.
Menpora Dito optimis dengan program Klub Berkawan. Dia membayangkan cendekiawan muda di Indonesia bisa bicara di tingkat nasional.
“Saya membayangkan, melalui program ini kita bisa menciptakan masa Renaissance atau pencerahan baru di Indonesia, di mana para cendekiawan muda mampu memperkuat pilar-pilar kebangsaan, kenegaraan, dan keindonesiaan kita,” ujarnya.
Dito menyinggung bahwa sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia adalah sejarah pergerakan kaum cendekiawan.
“Mulai dari Tjokroaminoto, Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, Natsir dan tokoh bangsa lainnya. Mereka berbeda pandangan, sering berdebat, tapi punya mimpi yang sama untuk Indonesia Raga,” katanya. (Z-7)
Sengketa dalam penjualan kendaraan itu akan dipertimbangkan penyidik, karena mobilnya kini dalam sitaan KPK.
Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Bank BJB tersebut sekitar Rp222 miliar.
KPK rampung memeriksa Ilham Habibie, pada Rabu (3/9). Dia mengaku dicecar soal pembelian mobil peninggalan BJ Habibie yang dibeli oleh RK.
Apa sebenarnya motif Ade Armando menyatakan Gibran adalah wapres terbaik yang dimiliki Indonesia? Tes ombakkah? Atau, jangan-jangan ada tujuan politik tertentu.
BJ Habibie: Visioner teknologi, Bapak Bangsa Indonesia. Kisah hidup inspiratif, kontribusi, dan warisan abadi.
Reza Rahadian menyebut kesempatan mengenal BJ Habibie sebagai keberuntungan dan pengalaman yang sangat berarti baginya.
Ia mengusulkan agar Indonesia bisa meniru langkah Malaysia dalam memberikan lahan kepada rakyat.
Tentara Israel menyerang lebih dari 300 target di seluruh Libanon sejak Senin (23/9) pagi, menandai pemboman terberat sejak dimulainya permusuhan 8 Oktober lalu.
Ucapan selamat dinilai sebagai bentuk untuk menurunkan emosi di ruang publik.
Penting melakukan kaderisasi dan membangun iklim diskusi yang menopang bagi lahirnya pemikir-pemikir muslim dari rahim Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Gus Nadir mengungkapkan pernyataan Gus Mus bahwa tugas NU adalah memenangkan Indonesia, bukan calon presiden (capres) tertentu, mewakili keresahan banyak kalangan warga NU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved