Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIT Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi (Fpsi) Universitas Indonesia (UI) mengadakan program Pengabdian pada Masyarakat melalui Gerak dan Lagu ”Aku Bisa Menyikat Gigi” untuk meningkatkan pengetahuan menyikat gigi pada anak usia 4-6 tahun. Program tersebut dilaksanakan di Taman Kanak Kanak Aisyiyah 21 Cipayung, Depok, Jawa Barat.
Dari data yang dipegang Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat Fpsi UI, 9 dari 10 anak Indonesia mengalami karies (lubang) gigi. Karies gigi pada anak usia dini dapat dicegah melalui perilaku hidup sehat anak, keluarga dan caregiver. Survei pendahuluan mengungkap, anak usia 4–6 tahun kerap dibiarkan sikat gigi sendiri tanpa bantuan orang tua dengan alasan melatih kemandirian anak, karenanya pengetahuan anak akan perilaku menyikat gigi dengan baik dan benar pada usia dini menjadi sangat penting.
Menurut penelitian, anak pada kelompok usia 4-6 tahun dikatakan mengalami 'ledakan bahasa' karena kemampuannya yang pesat khususnya pada usia 4 tahun, akibatnya anak menyukai kata-kata baru, suka menyebutkan dan menggunakannya. Perkembangan bahasa ini membuat anak pada kelompok usia ini suka dan butuh terlibat dalam aktivitas yang melibatkan bahasa seperti bernyanyi, bercerita, drama, membaca puisi dan menggunakan kata-kata baru sambil menggunakan imajinasi mereka.
Baca juga : Menyikat Gigi yang Benar Bisa Cegah Karies pada Anak
Kegiatan yang dipimpin oleh Prof Farida Kurniawati MSpEd PhD ini, efektif meningkatkan pengetahuan anak yang didapat dari video animasi sebagai media pembelajaran pengetahuan anak mengenai frekuensi, durasi, jadwal dan manfaat menyikat gigi yang baik. Selain itu program ini juga memberikan pemahaman anak akan pentingnya peran dan dukungan orangtua. Peningkatan pengetahuan anak diukur melalui tanya jawab satu persatu dengan anak menggunakan alat ukur yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, dari hasil analisa data terlihat peningkatan pengetahuan anak secara signifikan.
“Sebuah program kesehatan gigi berbasis teknologi digital yang bersifat menyenangkan, menekankan pengulangan dan reinforcement harian, melibatkan sekolah dan orang tua dipercaya dapat memberikan hasil yang bertahan dalam waktu lama, selain itu animasi disediakan agar anak dapat mencontoh gerakan – gerakan menyikat gigi yang benar” ungkap drg. Nila Alya Maulidina SpKGA MM, selaku Mahasiswa S2 Psikologi Terapan Anak Usia Dini, Fpsi UI.
“Saat ditanya apa yang dirasakan setelah menonton video, jawaban spontan anak-anak adalah senang, seru, ceria, jadi paham, gak sakit gigi lagi. Bahkan tidak hanya satu anak yang mencurahkan pengalaman buruknya waktu pernah sakit gigi seperti takut, gigiku pernah bengkak, dan mengatakan setelah bernyanyi dan menari bersama jadi merasa tidak takut lagi.” (Z-6)
Durasi dan teknik penyikatan yang tepat adalah kunci utama kesehatan gigi dan gusi yang menyeluruh.
Alat ini biasanya terdiri dari dua bagian utama yakni pegangan, bagian yang dipegang saat digunakan, terbuat dari plastik, bambu, atau material lain yang nyaman digenggam.
Dengan menyikat gigi, maka bisa menghilangkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi setelah makan, dan menyingkirkan lapisan plak yang terbentuk dari campuran air liur
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Alat ini biasanya memiliki pegangan dan bulu sikat yang lembut atau sedang, yang bisa manual maupun elektrik.
Sebuah studi menunjukkan bahwa melakukan perawatan mulut harian yaitu menyikat gigi dan membersihkan gigi dapat secara drastis mengurangi risiko mengembangkan kanker kepala dan leher.
Sebanyak 67 duta bahasa Indonesia akan diterjunkan ke 53 institusi pendidikan, mencakup sekolah dan universitas di berbagai wilayah Australia.
Satu hal yang membedakan kompetisi spelling bee tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah pengakuan akademik yang lebih formal.
Abdul Mu’ti mengandaikan KBBI, himpunan istilah dalam aplikasi padanan istilah, dan kumpulan teks sebagai pegangan bersama bagi guru, jurnalis, penyunting, dan aparatur.
Prabowo menyoroti pentingnya mengembalikan pelajaran menulis dan memperkuat penguasaan bahasa di sekolah-sekolah.
Menurut sebuah penelitian, mereka yang bisa berbicara lebih dari dua bahasa, biasanya memiliki kemampuan kognitif hingga pemecahan masalah yang lebih baik.
PENGGUNAAN Penggunaan chatbot untuk bisnis di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Teknologi NLP
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved