Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, secara rata-rata, terdapat 15 sampai 17 bencana alam per hari yang melanda Indonesia di sepanjang 2023. Secara total, ada 4.935 bencana yang terjadi pada tahun lalu.
“Dari jumlah bencana ini, setiap bulan ada bencana besar,” kata Kepala BNPB Suharyanto, Jumat (12/1).
Ia mengungkapkan, jumlah kejadian bencana bersifat fluktuatif setiap tahun. Pada 2021, jumlah bencana di Indonesia mencapai 5.402 kejadian. Di 2022, angkanya turun menjadi 3.544 kejadian dan kembali naik menjadi 4.935 kejadian di 2023.
Pada 2023, ada lima provinsi dengan jumlah bencana terbanyak, yakni Jawa Barat dengan 769 kejadian, Jawa Tengah dengan 583 kejadian, Kalimantan selatan dengan 479 kejadian, Sulawesi Selatan dengan 269 kejadian, dan Kalimantan Timur dengan 262 kejadian.
Baca juga: Bandung Barat Siaga Darurat Bencana Hingga Mei
"Bencana tahun lalu masih didominasi hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem. Selain itu, kejadian kebakaran hutan dan lahan juga mendominasi yakni sebesar 1.802 kejadian," tuturnya.
“Lalu untuk bencana yang besar, di Januari 2023 misalnya, kita lihat di Manado banjir sampai ada yang meninggal dunia sebanyak lima orang."
Selain itu, pada Mei 2023, ada bencana tanah longsor di Papua yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Kemudian, pada akhir 2023, ada letusan Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dengan jumlah meninggal dunia 23 orang.
Baca juga: Bantul Siaga Darurat Bencara Hidrometeorologi hingga Maret 2024
Meskipun kejadian bencana bersifat fluktuatif, jumlah rumah rusak setiap tahunnya selalu menurun. Pada 2021 ada sebanyak 154.659 rumah rusak akibat bencana. Kemudian, di 2022 turun menjadi 95.403 kerusakan dan pada 2023 hanya 33.560 kerusakan.
Selain itu, terlihat pula penurunan jumlah korban meninggal dan hilang setiap tahunnya. Pada 2021 ada sebanyak 8,2 juta korban terdampak dengan 815 korban meninggal dan hilang. Lalu, di 2022, ada sebanyak 6 juta korban terdampak dengan jumlah korban meninggal dan hilang sebanyak 895 orang. Pada 2023, ada sebanyak 8,8 juta korban terdampak dengan jumlah korban hilang dan meninggal sebanyak 295 orang.
“Kesadaran masyarakat akan mitigasi bencana meningkat dilihat dari dampak seperti kerusakan rumah dan korban meninggal serta hilang yang terus menurun,” tandasnya. (Z-11)
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Masa transisi bencana di tiga provinsi Sumatra berakhir 30 Maret 2026. Pemerintah percepat pembangunan 36 ribu huntap dan siapkan tahap rekonstruksi.
BNPB peringatkan risiko longsor susulan di TPST Bantargebang akibat hujan deras. Simak update pencarian korban dan daftar nama korban meninggal dunia di sini.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dilakukan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved