Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN cat Mowilex Indonesia sukses menyelenggarakan acara Beyond Carbon Neutral Talk Show 2023 yang menghadirkan pakar di bidang keberlanjutan lingkungan pada Rabu (6/12) di Wang Plaza, Kedoya, Jakarta Barat.
Acara ini tidak hanya menjadi forum untuk berbagi wawasan mengenai langkah-langkah konkrit menuju keberlanjutan yang harmoni, tetapi juga menjadi wadah untuk kolaborasi dan berbagi inspirasi bersama demi menuju Indonesia yang lebih hijau.
Tahun 2023 menandai pencapaian kelima kalinya Mowilex meraih sertifikasi CarbonNeutral®️ secara beruntun.
Baca juga: Urgensi Implementasi Prinsip ESG
Dengan mengantongi sertifikasi CarbonNeutral®️, Mowilex tidak hanya berhenti pada penghitungan dan penimbangan emisi scope 1, 2, dan 3.
Lebih dari itu, melalui proyek offset yang mendukung nilai-nilai perusahaan, Mowilex menjunjung standar terverifikasi tertinggi, mendukung berbagai Sustainable Development Goals (UN SDGs), mempromosikan energi terbarukan, dan mewujudkan dampak positif di komunitas lokal.
Memastikan bahwa setiap emisi dihitung, diverifikasi, dan di-offset sesuai dengan Carbon Neutral Protocol, menjadi satu elemen krusial dalam portofolio upaya Mowilex dalam ranah Environmental Social Governance (ESG).
Hadir sebagai pembicara pada acara Beyond Carbon Neutral Talk Show 2023 terdiri dari Niko Safavi, President Director, CEO Mowilex Indonesia, Maria R. Nindita Radyati, Ph.D., Presiden Direktur, Institute for Sustainability and Agility (ISA) dan Ketua Umum ESG Task Force Kadin Indonesia.
Selain itu, hadir pula sebagai narasumber yakni Juniati Gunawan, Ph.D., Direktur Trisakti Sustainability Center. Dr. Fathony Rahman, DBA, Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya MulyaClorinda Kurnia Wibowo, Senior Manager, Energy and Sustainable Business World Resources Institute (WRI) Indonesia (sebagai keynote speaker)
Baca juga: ABMM Raih Predikat Leadership AAA Tiga Tahun Berturut-Turut Bidang ESG
Niko Safavi, President Director, CEO Mowilex Indonesia,“Strategi kami sederhana, yang berfokus pada dua pilar yaitu menghasilkan produk berkualitas tinggi, dan memproduksinya dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan."
"Selama lebih dari 53 tahun, masyarakat telah mempercayai kami sebagai pemimpin di antara produsen cat berkualitas, dan sekarang kami ingin mereka melihat bahwa Mowilex juga menjadi pemimpin industri dalam hal pertanggungjawaban lingkungan," jelas Niko.
"Hal ini direfleksikan oleh emisi karbon operasional kami yang telah diimbangi menjadi nol selama lima tahun berturut-turut," ucapnya.
"Mowilex yakin bahwa pelanggan kami, baik pemilik rumah, toko lokal, para generasi muda, atau pengembang proyek pemerintah, akan memperhatikan dan menghargai upaya ini," jelasnya.
"Namun untuk benar-benar melakukan perubahan, kami memerlukan dukungan dari semua pihak di pasar. Dukungan ini akan membantu kami untuk terus berinvestasi guna mencapai tujuan jangka panjang perusahaan, dan turut mendukung tujuan Indonesia dalam mengurangi emisi,” tutur Niko.
Baca juga: Bidik Nasabah Korporasi, Bank BTPN Luncurkan ESG Deposit
Maria R. Nindita Radyati, Ph.D., Presiden Direktur, Institute for Sustainability and Agility (ISA) dan Ketua Umum ESG Task Force Kadin Indonesia, mengatakan,"Upaya Mowilex untuk mencapai netralitas karbon merupakan langkah yang harus diapresiasi dan diikuti oleh perusahaan lain. "
"Terutama bagi perusahaan untuk mulai mengimplementasikan konsep ESG (Environmental Social Governance), seperti menerapkan efisiensi energi sebagai strateginya," jelasnya.
"Dan manfaatnya tak hanya bagi perusahaan saja, namun juga pada investor dan masyarakat luas," ujar Maria.
"Untuk itu melalui kesempatan ini, Saya ingin menekankan pentingnya memahami ESG dan mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak lainnya untuk berkolaborasi guna membantu mencapai target Indonesia Net Zero Emission 2060," tutur Maria.
Juniati Gunawan, Ph.D., Direktur Trisakti Sustainability Center mengatakan,“Sustainability di dalam perusahaan harus terus digencarkan yakni dengan mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST), sehingga dapat terintegrasi dan mendorong pertumbuhan perusahaan."
Baca juga: Telkom Makin Fokus dalam Pengelolaan dan Penerapan ESG dengan Program EXIST
"Langkah Mowilex untuk meluncurkan laporan LST patut diapresiasi untuk mendorong transparansi operasi bisnis kepada pemangku kepentingan dan publik,” tambahnya.
Dr. Fathony Rahman, DBA, Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya,“Kesadaran konsumen terhadap isu keberlanjutan sudah semakin meningkat."
"Dampaknya, konsumen akan lebih selektif dan membeli produk dari perusahaan yang lebih berkelanjutan," kata Fathony.
"Walaupun dalam penerapannya masih dihadapi oleh tantangan, penting bagi perusahaan untuk selalu memprioritaskan keterlibatan karyawan, dan membangun kemitraan dengan pihak eksternal, termasuk lembaga akademis dan organisasi keberlanjutan, untuk mendapatkan dukungan yang lebih dalam dalam menerapkan konsep keberlanjutan secara efektif,” paparnya. (RO/S-4)
Hotel Mercure Bandung Nexa Supratman mendapat apresiasi Wali Kota Bandung atas inovasi pengelolaan sampah berbasis ESG yang mampu mengurangi beban sampah kota secara signifikan.
Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari peningkatan kualitas laporan keberlanjutan yang lebih transparan dan berbasis data.
Isu ESG (Environmental, Social, Governance) semakin menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi global.
Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas tata kelola, integritas, serta keberlanjutan sebuah korporasi.
Lamun berperan dalam menstabilkan sedimen dasar laut, mitigasi perubahan iklim dan menyerap karbon.
Keberlanjutan menjadi bagian esensial dari strategi jangka panjang PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).
Warna langit bukan “cat” yang menempel di udara, melainkan efek fisika dari interaksi cahaya Matahari dengan atmosfer Bumi.
INDUSTRI cat dapat berperan dalam mengurangi risiko dari peningkatan suhu ekstrem. Caranya dengan mendorong masyarakat untuk memilih produk cat yang tepat guna.
Kepedulian Slank pada alam tersebut membuatnya digandeng oleh perusahaan cat di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1943, Pacific Paint untuk berkolaborasi.
Sejak 2021, Nippon Paint telah mendonasikan total 85.008 liter cat untuk pengecatan kapal nelayan.
BADAN Usaha Milik Ansor (BUMA) melakukan penandatanganan kerja sama strategis dengan perusahaan cat PT. Sigma Utama dan meluncurkan BUMA paint
PERMINTAAN terhadap cat diperkirakan turun pada 2025. Ini karena ada perlambatan ekonomi sehingga pemakaian cat turut melemah. Turunnya permintaan cat terjadi sejak tahun lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved