Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENOPAUSE merupakan proses biologis yang terjadi pada semua perempuan. Akan ada tiga proses sebelum memasuki fase menopause, di antaranya perimenopause, menopause, dan postmenopause.
Di antara ketiga fase tersebut, perempuan akan mengalami gejala fisik maupun mental. Keadaan seperti ini bisa terjadi sejak sebelum sampai sesudah memasuki fase postmenopause.
Gejala yang dilalui pada fase perimenopause adalah gangguan tidur, hot flashes, dan keringat berlebih saat malam hari. Gejala ini akan muncul 3-5 tahun sebelum memasuki fase menopause.
Baca juga: Ini Rata-Rata Waktu Perempuan Mengalami Menopause
Setelah lima tahun dan siklus menstruasi berhenti selama 12 bulan, dapat dipastikan perempuan tersebut sudah memasuki fase menopause.
Gejala yang akan timbul adalah keadaan nyeri setelah berhubungan seksual, gairah seks berkurang, keringat berlebih saat malam hari, insomnia, munculnya kemurungan hingga gangguan kecemasan.
Setelah itu perempuan akan memasuki fase postmenopause, saat gejala seperti keringat berlebih akan hilang namun, penyakit dengan risiko tinggi akan muncul jika telat penanganan. Penyakit ini berupa osteoporosis, jantung, sampai obesitas.
Baca juga: Haid Pertama Lebih Awal tidak Berarti Menopause Lebih Cepat
Makanan dengan olahan tinggi gula
Olahan dengan tinggi gula hanya akan membuat tekanan gula dalam darah menjadi tinggi. Tingginya gula darah, resistensi insulin, dan sindrom metabolik akibat makan makanan olahan tinggi gula akan meningkatkan kejadian hot flashes pada wanita menopause
Makanan pedas
Dikutip dari The Journal Of Clinical Endocrinology & Metabolism melakukan penelitian yang melibatkan 896 perempuan di Spanyol dan Amerika Selatan.
Para perempuan tersebut diteliti untuk melihat apakah terdapat hubungan antara gaya hidup dengan meningkatnya gejala menopause seperti hot flashes.
Hasilnya ternyata gejala tersebut dipengaruhi salah satunya oleh makanan pedas yang sering mereka makan sehingga menyebabkan suhu tubuh tinggi dan membuat mereka merasa kepanasan.
Walaupun demikian, tidak setiap perempuan menopause akan mengalami hal yang sama ketika makan makanan pedas. Semuanya tergantung pada toleransi rasa pedas setiap perempuan.
Kafein
Kafein juga membuat para perempuan menopause mengalami kesulitan dan jantung berdebar. Maka dari itu, lebih baik mengurangi konsumsi kopi dan minuman berkafein lainnya supaya Anda dapat menjalani fase menopause dengan lebih nyaman.
Makanan Cepat Saji
Salah satu gejala menopause yang sering mengganggu perempuan adalah kenaikan berat badan. Makanan cepat saji adalah salah satu hal yang membuat perempuan lebih berisiko terhadap kenaikan berat badan.
Makanan cepat saji umumnya mengandung banyak lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat terjadi penumpukan lemak di tubuh dengan lebih cepat.
Akibatnya, perempuan di fase menopause yang sering mengonsumsi makanan cepat saji cenderung lebih cepat mengalami kenaikan berat badan dan juga meningkatkan risiko serangan jantung.
Oleh karena itu tidak dianjurkan untuk makan makanan cepat saji ketika sudah memasuki fase menopause.
Selain hal fisik, gejala menopause juga meliputi adanya gangguan pada kejiwaan, seperti cemas dan stress berlebih. Hal-hal yang perlu dihindari agar dapat mengelola stress dengan baik adalah dengan menerima dan melatih diri untuk dapat mengelola rasa stress tersebut.
Untuk menjaga dan mempertahankan hubungan setelah memasuki masa menopause ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, di antaranya:
Belajar tentang menopause
Gejala menopause yang dialami oleh perempuan bisa menimbulkan kesulitan dalam beraktivitas, sehingga seorang perempuan membutuhkan dukungan dari pasangan.
Umumnya, perempuan ingin pasangannya memahami kondisi yang sedang dialaminya, sehingga bisa lebih berempati dengan kebutuhan dan menghargai kesulitan yang sedang dialami.
Beri dukungan dan pengertian
Saat memasuki fase menopause, perempuan terkadang merasa tidak memiliki kendali atas perilaku dirinya sendiri dan tidak menyadari betapa sulit bagi pasangan untuk memberi dukungan kepada mereka.
Hal ini akan menimbulkan anggapan bahwa hubungan tidak dapat berjalan dengan baik dan memicu perceraian. Sebetulnya pasangan hanya perlu memahami bahwa rasa marah yang timbul saat menopause pada sang istri bukan tentang dirinya, tetapi karena gejala yang sedang dialami.
Pada kondisi ini, sebaiknya suami hanya perlu bersabar dan mengerti kemauan sang istri. Jika dirasa sudah tidak bisa dihandle sendiri, bawalah istri Anda ke rumah sakit untuk berkonsultasi.
Utarakan perasaan
Komunikasi adalah kunci yang tepat saat gejala menopause mulai timbul. Meski harus saling mengerti dan dukungan, pasangan sebaiknya tidak menganggap dirinya hanya sebagai tempat pelampiasan amarah. Jika dirasa perilaku istri sudah sangat berlebihan, pasangan bisa mengungkapkan perasaan yang dialami.
Pahami kapan gejala sudah serius
Sama seperti sebelumnya, walau harus memberi extra pengertian terhadap gejala menopause yang sedang dialami oleh sang istri, pasangan sebaiknya menyadari kapan kondisi menjadi sangat parah.
Hal ini bisa dilihat dengan perubahan kebiasaan dan gejala depresi pada istri. Depresi merupakan kondisi yang sangat serius dan sulit sembuh jika tanpa pengobatan yang tepat. Jika sudah seperti ini dukungan dari pasangan sangat dibutuhkan oleh perempuan.
Cari pertolongan medis
Pasangan bisa mencari pertolongan medis bukan hanya untuk istri, tetapi juga dirinya sendiri. Jika perilaku istri dirasa sudah sangat menjengkelkan, pasangan bisa mencari pertolongan medis untuk meredakan rasa marah yang timbul pada dirinya.
Dokter akan merujuk ke terapis atau menyarankan untuk bergabung ke dalam kelompok dukungan (support group) agar bisa meluapkan pikiran negatif.
Optimis
Meski masalah saat ini terasa cukup berat, penting bagi seorang pria untuk tetap optimis dalam menjalin hubungan dengan sang istri. Ingat-ingat masa saat pertama kali berjumpa agar perasaan cinta itu tidak cepat memudar. Karena fase menopause bukan berarti akhir dari kehidupan seorang perempuan. (Z-1)
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Perempuan pascamenopause menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penurunan kepadatan tulang hingga melemahnya sistem imun.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, meraih penghargaan Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi dan UMKM.
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
Cantik bagi wanita Indonesia memang masih dikategorikan sosok wanita yang putih bersih, langsing, dan tirus.
Menurut Liem Swie King, banyak pemain sekarang kehabisan tenaga ketika harus bermain hingga rubber game.
Secara umum, warga usia lanjut disarankan untuk berjalan, karena mempertimbangkan risiko yang rendah pada sendi.
OLAHRAGA padel memiliki sejumlah manfaat penting bagi kesehatan, mulai dari aspek fisik hingga mental, namun tidak semua orang aman untuk langsung memainkannya.
Psikosomatis bukan berarti pasien berpura-pura sakit. Emosi negatif seperti kecemasan, ketakutan, atau trauma bisa muncul sebagai keluhan fisik nyata.
Durasi tidur yang dibutuhkan oleh anak per harinya berbeda-beda tergantung dari usia masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved