Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS MH Thamrin (UMHT) meresmikan Pusat OSCE (Objective Structured Clinical Examination) yakni fasilitas pendukung bagi mahasiswa UMHT yang mengambil program studi kesehatan, khususnya keperawatan dan kebidanan.
Peresmian Pusat OSCE itu dilakukan langsung oleh Rektor UMHT Daeng Mohammad Faqih di kampus A UMHT, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, hari ini.
Baca juga: Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Gelar Temu Ilmiah Nasional V
Faqih menjelaskan OSCE adalah metode penilaian dalam bidang kesehatan, terutama digunakan untuk menguji keterampilan klinis, pengetahuan, dan kemampuan praktis mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan profesi kesehatan lainnya.
Dalam OSCE, mahasiswa diuji melalui serangkaian stasiun atau pos yang berbeda. Mereka dihadapkan pada skenario-skenario klinis yang simulatif.
Mereka harus menyelesaikan tugas-tugas atau memecahkan masalah klinis yang diberikan dalam batas waktu yang ditentukan.
Setiap stasiun biasanya fokus pada keterampilan atau aspek tertentu dalam praktik klinis, seperti komunikasi dengan pasien, keterampilan pemeriksaan fisik, pemecahan masalah, atau pengambilan keputusan klinis.
Baca juga: Pendidikan Dokter Spesialis bukan Home Schooling
"Di Pusat OSCE ini dirancang untuk menyelenggarakan simulasi OSCE. Ini mencakup ruang atau lingkungan yang menyerupai pengaturan klinikal, termasuk peralatan dan manekin untuk latihan keterampilan klinis, pengujian, dan evaluasi."
"Mahasiswa dapat berlatih, mempersiapkan diri, dan diuji di Pusat OSCE untuk meningkatkan keterampilan klinis mereka sebelum terjun ke pengalaman praktik di lapangan," terang mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2018-2022 tersebut.
Faqih menyampaikan Pusat OSCE ini merupakan salah satu upaya UMHT untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan.
"Pusat OSCE ini akan memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa UMHT. Dengan berlatih di Pusat OSCE, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan praktik klinis di lapangan," ungkap Faqih.
Baca juga: Kolaborasi Apik Wujudkan Transformasi Mutu Layanan BPJS Kesehatan
Sebagai informasi, UMHT yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Abdul Radjak ini didirikan dr H Abdul Radjak.
UMHT saat ini memiliki empat fakultas yakni, Fakultas Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Komputer, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Kampus ini memiliki sejumlah fasilitas pendukung yakni Lab CBT (computer based test), Pusat OSCE untuk ujian program studi perawat dan bidan, mini hospital, lab gizi, lab kimia dan biologi, lab simulasi, Galeri Investasi, perpustakaan, pendidikan anak usia dini (Paud) HI MH Thamrin, hingga lapangan futsal dan lapangan basket.
Saat ini UMHT juga membuka program studi baru yaitu Magister Manajemen (S2), melengkapi program studi sebelumnya, Kesehatan Masyarakat (S2). (RO/S-2)
"Menurut saya, bagi para perawat untuk mengeluarkan perasaan mereka. Saya memendam perasaan saya sangat lama, dan itu hampir membunuh saya,”
BARU-BARU ini, publik disuguhi kabar tidak sedap.
Melalui skema beasiswa pelatihan dan penempatan kerja ke Eropa, para perawat terpilih dipersiapkan tidak hanya secara teknis, tetapi juga dibekali kemampuan bahasa Belanda.
Sebanyak 46 perawat muda Indonesia secara resmi dilepas menuju Wina, Austria, dalam program International Nurse Development Program Scholarship (INDPS) Cycle 2.
Program beasiswa pelatihan kerja di Eropa ini memfasilitasi alumni profesi keperawatan dari Poltekkes seluruh Indonesia untuk berkarier di Austria, Swiss, Jerman, dan Belanda.
Bupati juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada perawat RSUD Doloksanggul atas pelayanan yang telah diberikan.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
UPAYA percepatan penurunan stunting menjadi agenda prioritas nasional yang menuntut kerja sama lintas sektor, termasuk tenaga kesehatan di tingkat lapangan.
Peran Strategis Bidan Sebagai Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
BIDAN memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi ibu dan keluarga dalam setiap fase kehidupan anak.
Gizi tidak tercukupi, perawatan kurang optimal, serta minimnya stimulasi pada masa 1.000 HPK dapat menyebabkan stunting dan gangguan perkembangan otak.
Inovasi ini berangkat dari keprihatinan atas masih tingginya angka kematian ibu, bayi, serta kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Sungai Rumbai pada tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved