Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN yang memutuskan untuk mengadopsi anak sering kali menemukan berbagai manfaat, baik dari segi sosial maupun kesehatan.
Proses adopsi tidak hanya memberi dampak positif pada kehidupan anak yang diadopsi, tetapi juga pada pasangan yang membuka pintu rumah dan hati mereka untuk menerima seorang anak.
Berikut adalah sejumlah manfaat yang didapat dari adopsi anak, baik dari perspektif sosial maupun kesehatan bagi pasangan:
1. Membangun Keluarga yang Bahagia dan Solid
Baca juga: Ini Mekanisme dan Syarat dalam Proses Adopsi Anak di Indonesia
Adopsi anak membantu pasangan dalam membangun ikatan keluarga yang kuat. Mereka dapat merasakan kebahagiaan, memiliki kesempatan untuk merawat dan mendidik anak, serta membangun hubungan yang berkelanjutan.
2. Menyediakan Lingkungan Cinta dan Perhatian
Anak yang diadopsi diberikan lingkungan yang penuh cinta, perhatian, dan kehangatan. Ini memberikan kesempatan bagi pasangan untuk memberikan pengalaman keluarga yang positif dan mendukung perkembangan anak secara emosional.
3. Mendorong Keragaman dan Penerimaan
Adopsi anak membuka pintu bagi pasangan untuk memperluas pemahaman tentang keberagaman budaya, latar belakang, dan keberagaman individu. Hal ini juga dapat membantu memperkuat nilai-nilai penerimaan dan keberagaman dalam keluarga.
1. Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis
Baca juga: Kisah Inspiratif 8 Artis saat Mengadopsi Anak
Pasangan yang mengadopsi anak sering kali merasakan peningkatan kesejahteraan psikologis. Proses mendukung dan membimbing anak memberikan rasa kepuasan dan penghargaan yang mendalam.
2. Menurunkan Stres dan Kecemasan
Menjadi orangtua, terlepas dari hubungan biologis, dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan. Pasangan dapat merasakan pengurangan stres karena fokus pada tanggung jawab yang lebih besar dan penuh kasih terhadap anak.
3. Meningkatkan Kesehatan Emosional
Merawat anak yang diadopsi membantu pasangan untuk membangun koneksi emosional yang kuat. Ini dapat memberikan dukungan emosional yang saling memperkuat antara pasangan.
Pasangan yang memutuskan mengadopsi anak tidak hanya memberikan kesempatan yang luar biasa bagi anak yang membutuhkan keluarga, tetapi juga membuka pintu bagi pertumbuhan sosial dan kesehatan yang signifikan bagi diri mereka sendiri.
Proses adopsi tidak hanya merupakan perjalanan untuk memperluas keluarga, tetapi juga membuka peluang untuk pertumbuhan pribadi dan hubungan yang dalam bagi pasangan yang terlibat.
Mengadopsi anak adalah langkah mulia yang membawa manfaat besar, tidak hanya bagi anak yang diadopsi, tetapi juga bagi pasangan yang memberikan cinta, perhatian, dan kesempatan pada seorang anak untuk tumbuh dan berkembang dalam suasana keluarga yang penuh kasih.
Mengutip sumber dari Asosiasi Adopsi Indonesia, semakin banyak pasangan yang membuka diri untuk mengadopsi anak, semakin banyak pula kesempatan bagi anak-anak yang membutuhkan keluarga untuk menemukan rumah yang penuh kasih. (Z-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved