Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAWATAN yang dibutuhkan oleh pasien kanker harus bersifat berkelanjutan dan komprehensif guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Bukan hanya lewat pemberian obat dan terapi, melainkan juga dukungan dan pemberian pelayanan paliatif.
Pada 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui International Agency for Research on Cancer (IARC) mencatat sebanyak 8.677 anak Indonesia usia 0-14 tahun menderita kanker. Angka ini terus meningkat dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus penderita kanker terbesar di Asia Tenggara.
Ketua Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI), Sallyana Sorongan mengatakan perawatan paliatif bagi pasien kanker anak di masa mendatang tentunya akan semakin meningkat seiring meningkatnya angka kejadian dan kematian penyakit ini. Sayangnya, hingga saat ini perawatan paliatif belum berkembang dengan baik.
Baca juga : Perempuan Berusia di Bawah 40 Tahun Dipastikan Boleh Lakukan Mammografi
“Saat ini di Indonesia belum tersedia rumah pusat perawatan paliatif khusus untuk anak-anak. Untuk itu kami berinisiasi untuk membangun fasilitas Hospice dan perawatan paliatif dengan fasilitas yang memadai untuk memberikan kualitas hidup baik bagi para pejuang kanker,” ungkapnya dalam acara Media Gathering di Jakarta pada Kamis (2/11).
Menurut WHO, perawatan paliatif adalah pendekatan pemberian perawatan medis antar disiplin yang bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas hidup dan mengurangi penderitaan di antara orang-orang dengan penyakit serius, kompleks, dan seringkali mematikan.
Baca juga : Waspada Berbagai Hoaks Terkait Kanker Payudara
Sementara untuk hospice, disebutkan Sally terdiri dari fasilitas perawatan dan infrastruktur yang diperlukan sebagai akomodasi tempat tinggal sementara bagi pasien yang akan menjalani perawatan yang ditentukan di rumah sakit rujukan seiring berjalannya waktu.
Lebih lanjut, Sallyana mengatakan, saat ini YKAI sedang merawat 7 ribu kasus anak di 8 rumah sakit yang berlokasi di beberapa wilayah seperti Jakarta, Lampung, Surakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Palembang serta beberapa daerah rural.
Di Jakarta sendiri pusat perawatan berada di dekat Rumah Sakit Kanker Dharmais, namun fasilitasnya masih kurang memadai.
“Akomodasi rumah rawat yang didedikasikan khusus berlokasi dalam radius sekitar fasilitas Rumah Sakit Kanker Dharmais rata-rata hanya memiliki 10 hingga 15 tempat tidur per lokasi. Jumlah ini tidak cukup untuk mengakomodasi pasien yang membutuhkan perawatan sementara selama masa pengobatan,” ungkapnya.
Pertama di Indonesia
Melihat pentingnya rumah paliatif bagi anak penderita kanker, YKAI lewat program “Humanity in Harmony” akan membangun sebuah rumah paliatif khusus anak dengan penderita kanker.
Sally mengatakan “Humanity in Harmony” merupakan program inisiatif YKAI sebagai program besar dengan misi utama untuk pembangunan hospice, yakni Rumah Paliatif yang pertama di Indonesia ditujukan bagi anak-anak penderita dan pejuang kanker dari keluarga pra-sejahtera stadium lanjut.
“Nantinya tempat ini akan diberikan akomodasi dan fasilitas yang akan mengoptimalkan kualitas hidup anak-anak pejuang kanker stadium lanjut ini,” ujar Sally.
Terkait teknis pembangunan, Sally mengatakan, proyeksinya masih dalam bentuk konsep. Namun, rencananya rumah paliatif ini akan dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi di sekitar wilayah Jabodetabek.
“Kita akan membangun rumahnya secara ideal di lingkungan yang dekat dengan alam, sejuk, dan jauh dari keramaian agar para anak-anak ini nantinya dapat hidup dengan nyaman dan tenang. Kita juga akan membuat perkebunan agar mereka bisa beraktivitas,” jelasnya.
Guna menunjang pendanaan tersebut, YKAI akan menggelar sebuah konser amal bertajuk “Symphony for Life” yang akan diselenggarakan di Jakarta tepat pada peringatan hari Kesehatan Nasional pada (12/10) mendatang.
“Ini merupakan acara perdana dari program ikonik Yayasan kanker Anak Indonesia ‘Humanity in Harmony’ dalam rangka penggalangan dana untuk membangun fasilitas Hospice dan rumah Paliatif dan Rumah Paliatif. Kita mengajak para donatur untuk ikut terlibat dan mendukung rencana pembangunan ini,” ungkap Indira Sudiro, pengurus YKAI dan aktivis sosial.
Indira mengatakan, Konser Gala Amal bernuansa klasik ini akan menampilkan George Harliono seorang Pianis kelas Dunia asal Inggris berdarah Indonesia bersama Jakarta Sinfonietta dengan Konduktor Iswargia R. Sudiono akan menampilkan karya klasik terkenal yaitu The Nutcracker Suit dan Piano Concerto No.1 dari Tchaikovsky.
“Kami memilih bergerak melalui konser musik karena musik merupakan bahasa yang bisa dipahami secara mudah oleh semua orang. WHO juga mengatakan bahwa musik klasik bisa menjadi terapi bagi pasien kanker. Musik klasik juga memiliki efek positif yang membuat para penderita kanker merasa lebih nyaman,” jelas Putri Indonesia 1992 dan aktivis sosial serta pemerhati anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera itu. (Z-5)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Peneliti University of Waterloo merekayasa bakteri Clostridium sporogenes untuk mengonsumsi tumor. Gunakan sistem "sirkuit DNA" agar aman bagi tubuh.
Di Indonesia usia kanker paru 10 tahun lebih muda dibandingkan di luar negeri. Angkanya juga meningkat terutama pada perempuan yang tidak merokok dan usia muda
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Bagi Anda yang ingin menghindari ketergantungan bahan kimia, berikut adalah panduan cara menurunkan asam urat secara alami.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved