Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Dokter Nasional adalah sebuah momen penting untuk menghargai peran dokter dalam menjaga kesehatan masyarakat dan memberikan perawatan medis yang tak ternilai.
Namun, bagaimana asal usul perayaan ini? Mari kita menjelajahi sejarah Hari Dokter Nasional yang merayakan jasa para pahlawan kesehatan kita.
Perayaan Hari Dokter Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 24 Oktober, bertepatan dengan ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang merupakan organisasi profesi dokter terbesar di Indonesia. Hari tersebut dipilih untuk menghormati peran penting yang dimainkan oleh para dokter dalam masyarakat.
Baca juga : Tanpa Dibius, Anak Gaza Jalani Operasi dengan Membaca Al-Quran
Asal usul Hari Dokter Nasional juga berkaitan erat dengan peran dokter dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terdapat dua dokter yang turut serta dalam merumuskan teks proklamasi tersebut: Dr. Sukarno dan Dr. Mohammad Hatta. Mereka bukan hanya tokoh-tokoh politik, tetapi juga dokter yang berdedikasi untuk kesehatan masyarakat.
Baca juga : Mayoritas Puskesmas Tidak Penuhi Syarat Tenaga Kesehatan
IDI, yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1927, telah memainkan peran kunci dalam pengembangan profesi medis di Indonesia. Organisasi ini mendukung pendidikan dan pengembangan dokter, serta bekerja untuk meningkatkan standar pelayanan medis di seluruh negeri.
Pada peringatan Hari Dokter Nasional, IDI sering mengadakan berbagai kegiatan dan acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran dokter dalam masyarakat.
Hari Dokter Nasional memiliki beberapa tujuan penting, termasuk:
Peringatan Hari Dokter Nasional sering kali melibatkan serangkaian kegiatan, seperti seminar kesehatan, lokakarya, seminar, kampanye kesehatan, dan kegiatan sukarela yang melibatkan dokter.
Selain itu, IDI biasanya memberikan penghargaan kepada dokter-dokter yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam dunia medis dan pelayanan kesehatan.
Sejarah Hari Dokter Nasional di Indonesia menyoroti peran penting dokter dalam perjuangan kemerdekaan dan pengembangan kesehatan masyarakat. Dengan peringatan ini, masyarakat menghargai dan merayakan dedikasi para dokter dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan kita semua.
Hari Dokter Nasional adalah kesempatan untuk mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan kesehatan yang bekerja keras untuk melayani kita semua. (Z-5)
Rizki merupakan tenaga medis pertama yang melakukan pemeriksaan awal terhadap Lula Lahfah (26) di unit apartemen kawasan Dharmawangsa.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Selain jumlah, persoalan lain yang disoroti adalah distribusi dokter yang belum merata. Ia menyebut sebagian besar pendidikan kedokteran masih terpusat di Pulau Jawa.
Polda Metro Jaya menetapkan dr. Richard Lee sebagai tersangka kasus perlindungan konsumen atas laporan Dokter Detektif (Doktif).
Kemenkes melepas ratusan relawan dokter dan tenaga kesehatan bantu penanganan bencana di sejumlah wilayah di Aceh.
Tempat praktik yang digunakan bukan merupakan aset pribadi, melainkan unit yang disewa secara harian maupun mingguan.
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai kedudukan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Kolegium Kesehatan belum cukup tegas sehingga multitafsir.
Hingga saat ini, dokter belum tersebar merata di seluruh wilayah, sebagian besar masih terkonsentrasi di kota-kota besar.
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Iqbal Mochtar menjelaskan bahwa paparan dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama cesium-137 atau cs-137 dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius
BARU-BARU ini, publik disuguhi kabar tidak sedap.
Padahal, peran dan posisi molegium dalam sistem pendidikan kedokteran sangat krusial dan menyangkut langsung mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto menilai komunikasi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin harus segera diperbaiki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved