Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang melanda dunia hampir tiga tahun mengajarkan kepada masyarakat tentang teknologi genomik.
Apalagi dengan kemajuan teknologi relatif lebih cepat maka pemanfaatan teknologi genomik akan terus dikembangkan baik untuk sektor kesehatan manusia, maupun sektor pertanian hingga peternakan.
Baca juga: Kolaborasi PT Naleya Genomik Indonesia-Bumame Bangun Laboratorium Genomik Bersama
"Bidang genetika merevolusi cara kita memahami kesehatan manusia dan produksi pangan. Dengan kemajuan teknologi dan alat genetika, kita mampu mengidentifikasi penanda genetik yang berkontribusi pada risiko penyakit dan memahami faktor genetik yang memengaruhi kualitas dan keamanan pangan."
"Namun, kemajuan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan praktik genetika dan dampaknya pada lingkungan," kata ahli kandungan Dr dr Ivan R Sini SpOG pada Conference Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) pertama yang digelar AGI, di Jakarta, Sabtu (30/9).
Indonesia, sambung Ivan, adalah negara kaya keanekaragaman genetik, sehingga genetika berkelanjutan semakin menjadi topik yang menarik.
Genetika berkelanjutan yang mengacu pada penerapan teknologi dan praktik genetika berkelanjutan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan, berpotensi meningkatkan kesehatan manusia dan ketahanan pangan di Indonesia.
Baca juga: Tes Lifestyle Genomics Bantu Mengarahkan Pasien ke Pengobatan yang Tepat
“Namun, genetika berkelanjutan juga memiliki tantangan tersendiri, seperti memastikan akses yang adil terhadap teknologi genetika dan mengatasi potensi risiko lingkungan yang terkait dengan modifikasi genetika,” paparnya.
Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Dr L Rizka Andalucia Apt menambahkan teknologi genomik berkembang amat pesat. Karena itu, diperlukan regulasi terkait dengan teknologi genomik.
Rizka mengakui untuk mengembangkan teknologi genomik, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sehingga, diperlukan juga peran lain, yakni masyarakat dan akademisi.
“Sangat setuju teknologi genomik sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia,” paparnya.
Baca juga: Teknologi Penunjang Penelitian Genomik Sel Tunggal Diperkenalkan di Indonesia
Terkait itu, AGI yang diinisiasi oleh Dr dr Ivan R Sini SpOG, Adrian Lembong, drg Adittya MARS, Levana Sari, Prof Hera Sundoyo dan dr Ariel Pradipta Ph D menggelar konferensi pertama sejak AGI berdiri pada 11 Agustus 2022, dan mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM pada 8 September 2022.
Dengan tema Sustainable genetics for health and food in Indonesia: Innovation and challenges, konferensi ini menghadirkan para ahli dari berbagai bidang termasuk kesehatan genetika dan keberlanjutan pangan.
Mereka membahas kemajuan dan tantangan terkini pada bidang genomik di Indonesia, baik dari perspektif teknologi maupun bisnis.
AGI berharap konferensi ini bisa mendorong kolaborasi interdisipliner, menumbuhkan ide penelitian baru dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara peneliti, pembuat kebijakan, dan perwakilan industri.
"Selain itu, menyediakan platform untuk diseminasi temuan penelitian baru serta identifikasi kesenjangan penelitian dan arah masa depan."
"Akhirnya, konferensi ini bertujuan memajukan genetika berkelanjutan untuk kesehatan dan pangan di Indonesia demi kepentingan negara dan dunia," pungkas Dr dr Ivan R Sini SpOG. (RO/S-2)
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved