Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MIKROBIOTA saluran cerna merupakan kumpulan dari berbagai mikroorganisme yang hidup di saluran cerna, termasuk bakteri. Jumlah mikrobiota saluran cerna bisa mencapai triliuna. Jumlah ini bahkan lebih banyak dibandingkan sel tubuh manusia. Oleh karena itu, mikrobiota saluran cerna memiliki peran yang sangat penting untuk kesehatan anak. Upaya menjaga keseimbangan mikrobiota saluran cerna yang didominasi oleh mikrobiota “sehat” menjadi hal yang banyak disoroti tidak saja oleh ilmuwan tetapi juga masyarakat.
Direktur of Indonesian Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI FKUI) Prof. Badriul Hegar, MD, Ph.D, Sp.A(K) menyampaikan bahwa kajian mengenai mikrobiota saluran cerna yang dikaitkan dengan kesehatan saluran cerna maupun kesehatan anak secara keseluruhan, terus meningkat dan hasilnya juga menjanjikan.
Banyak faktor yang mempengaruhi hasil kajian mikrobiota saluran cerna. Gangguan keseimbangan mikrobiota saluran cerna adalah penyebab penyakit, bukan sebaliknya. Komposisi dan kompleksitas mikrobiota saluran cerna bayi berbeda pada setiap situasi, sehingga menyulitkan peneliti mengambil sebuah kesimpulan. Begitu juga ada peran faktor genetik, sehingga menambah kesulitan dalam pemahamannya.
Baca juga: Cegah DBD, Denpasar akan Tebar Telur Nyamuk Wolbachia
Dengan demikian, meski telah banyak kajian yang dilakukan, tetap masih banyak gap yang belum terjawab oleh para peneliti.
Hal ini tentunya menjadi tantangan pula bagi IMERI FKUI, sebagai pusat riset untuk berkontribusi menjawab gap yang ada melalui peneliti-penelitinya. Oleh karena itu, IMERI FKUI sangat tertarik dengan topik yang diajukan pada acara ilmiah “research sharing” kali ini, yaitu Real World Evidence: “From Research to Clinical Practice on Biotics.”
Baca juga: Anak yang Terpapar Polusi Udara Rentan Alami Berbagai Peyakit di Usia Dewasa
Special Professor of Intestinal Microbiology at the Wageningen University, yang juga Director of the Gut Biology & Microbiology Platform Danone Nutricia Research, the Netherlands, Prof. dr. Jan Knol dalam presentasinya menjelaskan bahwa saluran cerna merupakan tuan rumah dari 70-80% sel kekebalan dan mikrobiota. Keduanya mendukung kekebalan tubuh maupun tumbuh kembang manusia. Perkembangan usus dan mikrobiota di awal kehidupan berpengaruh terhadap fungsi pencernaan dan penyerapan (metabolisme), fungsi imunitas, keterkaitan silang antara saluran cerna dan otak (nyeri, rasa kenyang hingga suasana hati).
“Sejak awal kehidupan, mikrobiota saluran cerna mudah sekali dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti makanan, lingkungan dan juga cara kelahiran,” ujar Knol.
Knol menambahkan bahwa metode persalinan dapat menentukan jenis mikrobiota yang nantinya akan menghuni usus anak. Pada proses kelahiran, anak akan terkena paparan pertama dengan komunitas mikrobiota maternal (vagina, feses, ASI, mulut dan kulit) yang akan mempengaruhi kematangan usus, perkembangan metabolik dan imunologi serta konsekuensi status kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.
“Untuk itu dibutuhkan pemberian nutrisi termasuk ASI eksklusif sebagai cara terbaik untuk mendukung perkembangan mikrobiota sehat untuk memperkuat sistem imunitas karena di dalam ASI terdapat berbagai macam nutrisi untuk mengembalikan keseimbangan mikrobiota sehat. Kombinasi nutrisi inilah yang terbukti mampu untuk mendukung mengembalikan kolonisasi atau keseimbangan bakteri baik pada saluran cerna si kecil yang lahir secara caesar. Hal ini merupakan contoh penting bagaimana konsep biotik dapat diterapkan untuk meningkatkan kesehatan melalui makanan yang tepat sejak awal kehidupan, serta untuk memahami pentingnya peranan mikrobiota saluran cerna terhadap kesehatan secara keseluruhan,” ungkapnya. (Z-7)
Kandungan nutrisi dalam lemon dapat membantu tingkatkan rasa kenyang sehingga nafsu makan dapat berkurang dan kamu tidak mudah merasa lapar.
Usus merupakan organ imunitas terbesar. Sebanyak 60%-70% sel imunitas ada di usus.
Takeru Kobayashi, pesohor makan kompetitif yang telah enam kali meraih gelar juara Kontes Makan Sosis Panas Nathan's, telah mengumumkan pensiunnya dari olahraga tersebut.
Apa sebenarnya penyebab dari penyakit diare? Bagaimana cara menghentikannya tanpa obat? Nah, untuk menjawab pertanyaan kalian berikut ini penjelasan lengkapnya.
Psikolog anak Anastasia Satriyo M.Psi., Psi mengatakan bahwa kondisi alergi yang dialami anak bukan hanya mempengaruhi kesehatan fisik.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Peneliti ungkap tanaman pangan seperti pisang dan kakao di wilayah bekas bencana tambang Brasil serap logam berat beracun. Anak-anak di bawah enam tahun paling berisiko.
Studi JAMA Pediatrics mengungkap 1 dari 20 anak berisiko alergi makanan pada usia 6 tahun. Faktor genetik, lingkungan, hingga pola makan awal jadi pemicu utama.
BPOM perketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis karena risiko keamanan pangan. Sepanjang 2024 tercatat 138 KLB keracunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved