Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menyebut bahwa virus nipah saat ini menjadi sebuah perhatian global.
"Khusus di Indonesia karena ini virus yang sebagian besar penularannya zoonotik dari hewan ke manusia maka berkaitan dengan kesehatan lingkungan jadi tidak gampang untuk terkontaminasi dengan hewan terutama hewan liar tetapi juga berpotensi ada di pemukiman terutama kelelawar," ucap Hermawan saat dihubungi pada Jumat (29/9).
Menurut Hermawan, hewan-hewan tersebut tidak mudah penularannya karena berkaitan dengan cairan, air liur dan juga buangan kotoran dari hewan yang apabila terpapar atau terkontaminasi dengan manusia yang berisiko karena ada potensi infeksi maka itu bisa terjadi.
Baca juga : Surveilans di ASEAN dan Indonesia Cegah Masuk Virus Nipah di Tanah Air
"Jadi kebersihan lingkungan jauh dari hewan liar yang memang ditengarai sudah tertular virus nipah itu yang menjadi perhatian," ujarnya.
Berikutnya, menurut Hermawan saluran antar negara terutama India dengan Indonesia harus menjadi perhatian.
"Pengetatan-pengetatan di pintu gerbang Internasional terutama kaitannya dengan hewan pertukaran hewan atau perdagangan hewan itu menjadi sangat penting sekali," paparnya.
Baca juga : Virus Nipah
Hermawan menegaskan bahwa perlunya skrining kesehatan di pintu-pintu masuk agar jangan sampai virus ini masuk di Indonesia karena secara umum masih belum ada standar pengobatan untuk virus nipah dan akan berdampak cukup fatal bila tidak tertangani dengan cepat dan kalau kita sepelekan pergerakan virus ini secara global.
"Untuk masyarakat segera memeriksakan diri kalau ada gejala seperti ISPA yang tidak biasa atau ada kelainan pada saluran pernafasan atau pneumonia yang tidak diketahui riwayat sebelumnya termasuk juga agar menghindari kontak langsung dengan hewan yang bisa menyebabkan penularan virus Nipah", tandasnya. (Fal/Z-7)
Baca juga : Cegah Virus Nipah, Kemenkes Perkuat Surveilans Daerah Banyak Kelelawar
Musang: Kenali mamalia nokturnal eksotis ini! Pelajari perilaku unik, habitat, dan peran pentingnya dalam ekosistem. Pengetahuan menarik tentang si gesit berbulu.
Air yang menggenangi pemukiman warga tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga memunculkan ancaman baru: kemunculan ular liar.
Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari genus Lyssavirus. Virus ini dapat ditularkan melalui kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi.
Beruang madu (Helarctos Malayanus) muncul di kawasan permukiman warga di wilayah Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Namibia berencana untuk memusnahkan lebih dari 700 hewan liar, termasuk gajah, zebra, dan kuda nil, merespon kekeringan terburuk yang dialami negara ini dalam 100 tahun terakhir.
PENYAKIT cacar monyet merupakan salah satu penyakit menular yang diakibatkan oleh infeksi virus monkeypox. Cacar monyet dapat menimbulkan gejala seperti flu yang diiringi dengan demam
Virus Nipah dapat ditularkan melalui hewan, salah satunya kelelawar, yang kerap mengonsumsi buah-buahan di alam terbuka.
Pelajari cara pencegahan Virus Nipah, gejala awal, hingga risiko penularannya. Panduan lengkap menjaga kesehatan dari ancaman zoonosis di tahun 2026.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Kasus kematian akibat nipah ini menjadi alarm keras bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengenai risiko penularan virus zoonosis tersebut.
DUNIA kembali dalam kewaspadaan tinggi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kematian pertama akibat virus Nipah di Banglades pada awal Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved