Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan terdapat 3 hal yang perlu diperhatikan ketika menghadapi pandemi di masa depan.
Pertama, kendati kini covid-19 memang sudah mereda tapi masyarakat harus tahu bahwa di masa datang akan ada pandemi lagi. Namun hanya tidak tahu kapan pandemi itu akan terjadi lagi dan penyakit apa yang akan memicu pandemi berikutnya.
"Sejauh ini setidaknya disebut ada tiga kemungkinan penyakit penyebab pandemi mendatang, yaitu influenza, zoonosis dan penyakit X. Sekali lagi, ketiga penyakit ini hanyalah prediksi kini semata, yang akan benar-benar terjadi nantinya maka tentu kita belum tahu," kata Tjandra dalam keterangannya, Kamis (28/9).
Namun yang pasti, penyebab pandemi biasanya suatu penyakit baru, atau penyakit lama tetapi dengan mutasi atau varian baru, dan penyakit itu sangat mudah menular serta menimbulkan keparahan penyakit yang berat. Tentang kapan akan terjadi, sekali lagi sejauh ini tidak ada seorang pun yang dapat memastikan kapan akan terjadinya.
Baca juga: Kenali Disease X, Pandemi Baru yang sedang dalam Perjalanan
Faktor kedua, karena tidak tidak ada yang tahu kapan pandemi berikut akan terjadi maka yang sekarang dapat dilakukan adalah sedapat mungkin mencegah terjadinya dampak yang buruk akibat pandemi, juga melakukan kesiapan sehingga kalau terjadi pandemi maka dampaknya tidak seburuk covid-19.
"Serta melakukan deteksi sedini mungkin tentang kemungkinan terjadinya awal pandemi. Pencegahan, persiapan dan deteksi merupakan modal awal yang amat penting agar kalau pandemi sudah datang nantinya maka dapat dilakukan respon penanggulangan yang tepat sehingga tidak perlu terlalu banyak makan korban," ujar dia.
Baca juga: Virus Nipah
Hal ketiga adalah prinsip dasar yang kini perlu dilakukan untuk masyarakat selalu memberi perhatian utama pada kesehatan. Rawat dan jaga kesehatan sebaik mungkin. Untuk pemerintah dan ekonomi, harus mengangkat prinsip dasar pembangunan berwawasan kesehatan. Selain itu, kestabilan politik juga merupakan suatu keharusan, kepastian hukum juga tulang punggung keadilan, peningkatan infrastruktur jelas amat berguna.
"Tetapi tolonglah agar semuanya dibangun dengan memasukkan pertimbangan kesehatan masyarakat. Pembangunan sektor apa pun di negara kita dan di dunia tentu hanya akan punya dampak bagi umat manusia kalau aspek kesehatan masyarakat dijaga dengan baik," pungkasnya. (Z-6)
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Munculnya bintik atau bercak merah pada kulit sering membuat orang tua khawatir, terutama jika terjadi pada anak-anak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit yang berbeda.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Australia Barat mengeluarkan peringatan campak setelah dua kasus baru ditemukan. Penerbangan Batik Air Jakarta–Perth disebut sebagai lokasi paparan, memicu imbauan kewaspadaan.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Dokter Unair mengingatkan kelelawar adalah inang alami virus Nipah. Masyarakat diminta waspada dan tidak memakan buah bekas gigitan kelelawar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved