Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) tidak memiliki anggaran khusus untuk penanganan bencana El Nino. Anggaran El Nino sudah termasuk ke dalam anggaran penanganan bencana umum.
"Terkait anggaran khusus penanganan El Nino tidak ada," ucap Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI, Adrianus Alla pada Kamis (7/9).
Namun begitu, lanjutnya, Kemensos masih memiliki anggaran penanganan bencana secara umum yang nilainya tahun ini sebesar lebih dari Rp270 miliar. "Untuk penanganan anggaran dalam satu tahun anggaran," jelasnya.
Baca juga : Pemerintah Pusat Siapkan Rp8 Triliun untuk Antisipasi Dampak El Nino
Melihat hal tersebut, Adrianus mengungkapkan bahwa anggaran yang didapat oleh Kemensos masih dinilai kurang dan tidak tidak mencukupi.
"Karena berdasarkan pengalaman kami di tahun sebelumnya, idealnya anggaran yang harus ada di bencana alam ada di angka Rp400-an Miliar, karena tugas Kemensos tidak hanya penanganan bencana tapi pada saat mitigasi kesiapsiagaan bencana," tegasnya.
Baca juga : BMKG Sebut El Nino Bakal Berlanjut Sampai 2024, Berdampak pada Polusi Udara
Tapi hal tersebut tidak menjadi sebuah halangan untuk memberikan yang terbaik buat bangsa dan negara untuk penanganan bencana.
Terkait bantuan yang sudah dan akan kami kirimkan kembali untuk penanganan El Nino adalah makanan siap saji yang bisa langsung dikonsumsi masyarakat pada saat dibutuhkan
"Kemudian makanan anak, selimut, kasur, sandang dewasa, sandang anak, tenda-tenda genset dan bahan kebutuhan lainnya yang bisa kami peroleh di lapangan," tutur Adrianus. (Z-4)
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved