Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SYARAT Istithaah dari aspek kesehatan jemaah haji harus menjadi perhatian yang sangat serius dalam penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M mendatang.
Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj menegaskan bahwa persyaratan orang berangkat haji mutlak adalah mereka yang sehat, meskipun mereka lansia itu harus mandiri.
"Sehat dan mandiri dalam arti kegiatan untuk ibadah dan urusan domestik, urusan pribadi dari jemaah misalnya mandi, makan mereka masih bisa dilakukan secara mandiri. Tidak boleh seperti kemarin mereka yang ternyata saat melempar jumrah, tawaf dan seterusnya untuk mengurus dirinya sendiri untuk makan bahkan ke MCK mereka sudah tidak mampu," ucapnya saat dihubungi pada Senin (4/9).
Baca juga : Penentuan Biaya dan Anggaran Haji 2024 Sebaiknya Dipercepat
Hal-hal seperti itu perlu dipertimbangkan untuk tidak diloloskan, karena tidak hanya merepotkan petugas juga bisa mengancam keselamatan jiwa mereka.
Selanjutnya adalah kerja sama dengan Masyariq. Masyariq adalah perusahaan yang ada di Arab Saudi yang kemarin menghandle 3 kebutuhan utama kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji seperti konsumsi, transportasi dan akomodasi.
Baca juga : BPKH Sambut Baik Langkah Cepat Arab Saudi Umumkan Kuota Haji 2024
"Kita masih ingat ada banyak catatan yang cukup mengecewakan yang dilakukan masyariq terhadap ribuan jemaah kita. Antara lain adalah soal hotel yang over kapasitas, kemudian makanan yang sering terlambat, bahkan puncaknya saat di Muzdalifah ribuan jemaah kita terlambat dievakuasi untuk menuju Mina," jelasnya.
Ia mendorong agar pemerintah mempertimbangkan pula apakah masih relevan masih bekerja sama dengan masyariq ini.
"Kalau misalnya masih mau bekerja sama, jaminannya apa saat kejadian seperti itu terulang lagi," tandasnya. (Z-4)
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
SETELAH dirawat kurang lebih dua bulan di Tanah Suci, satu jemaah haji Debarkasi Padang akhirnya pulang ke Tanah Air. Ia adalah Mariatun Buyung Sutan (51) jemaah ex Kloter 05 Padang.
SEBANYAK 88 jemaah haji asal Debarkasi Solo (SOC) dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, dan 45 jemaah haji lainnya meninggal hingga proses pemulangan haji ke tanah air hingga Rabu (25/6/2025).
MASIH ada 45 jemaah haji Indonesia yang di sejumlah rumah sakit Arab Saudi, baik di Makkah, Madinah, maupun Jeddah.
Sebanyak 1.308 jemaah di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk penanganan lebih lanjut.
Ada 295 jemaah haji dibadalkan lantaran tidak mampu melanjutkan ibadah hajinya karena sakit atau wafat pada musim haji tahun ini.
Jjemaah haji wafat yang dicatat KKHI hingga Rabu (19/6) pukul 16.00 WAS mencapai 40 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved