Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan bahwa Indonesia adalah negara endemis demam berdarah dengue (DBD).
Nyamuk demam berdarah hidup dan berkembang biak di negara beriklim tropis dan subtropis seperti di Indonesia, sehingga berisiko tinggi terjadi penularan virus demam berdarah dengue.
"Dalam upaya untuk memberantas dan mencegah penyebaran DBD, peran juru pemantau jentik (Jumantik), sangat diperlukan. Jumantik bertugas memantau jentik nyamuk yang ada di sekeliling tempat tinggal, terutama di tempat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk seperti di bak mandi karena jarang dikuras, genangan air di sampah kaleng atau plastik kemasan air minum. Sarang nyamuk tersebut hendaknya diberantas segera agar tidak menimbulkan DBD," kata Muhadjir Effendy dalam pidatonya yang dibacakan oleh Deputi Koordinasi bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Kependudukan, Y.B Satya Sananugraha saat membuka seminar edukasi bertema Penguatan layanan kesehatan melalui peningkatan peran jumantik untuk menanggulangi kasus DBD di Indonesia, Selasa (29/8).
Upaya mengatasi DBD di Indonesia, HIT dari PT Godrej Consumer Products Indonesia, KlikDokter, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar edukasi untuk para Jumantik bagaimana memberantas sarang nyamuk dan pencegahan DBD. Sekaligus peluncuran E-Book Pedoman Penanggulangan DBD di Lingkungan Rumah dan Kantor.
“Tujuan besar HIT sangat jelas yaitu menciptakan Indonesia yang bebas dari nyamuk dan bebas dari DBD. Melalui produk-produk kami yang inovatif dan efektif, HIT berusaha untuk melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman nyamuk pembawa penyakit ini,” jelas Basuki, Direktur PT Godrej Consumer Products Indonesia.
baca juga: DPRD DKI Jakarta Usulkan Honor Kader Jumantik dan Posyandu Dinaikkan
Selain produk yang efektif, HIT juga melakukan berbagai inisiatif nyata untuk mewujudkan tujuan besar ini. Mulai dari kegiatan sampling door-to-door, serta menawarkan produk dengan harga yang terjangkau, hingga kerjasama dengan berbagai instansi dan organisasi dalam upaya bersama memerangi DBD.
Salah satu bentuk kerja sama dalam upaya mewujudkan tujuan besarnya, HIT menggandeng Jumantik yang memiliki peran sentral dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD.
Jumantik berperan dalam pemantauan lingkungan untuk mengidentifikasi potensi sarang nyamuk, menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan DBD, dan membantu dalam tindakan pemberantasan sarang nyamuk di rumah dan sekitarnya.
Di masyarakat, Jumantik menjadi agen perubahan dengan mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan tempat-tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk, dan melaporkan kondisi yang memerlukan tindakan lebih lanjut kepada pihak berwenang. (N-1)
Lebih dari tantangan lingkungan, Sri Sultan menyebutkan, tantangan terbesar sesungguhnya adalah pada aspek sosial dan perilaku, yang mana edukasi kesehatan menjadi kunci.
Sejak awal Januari hingga Maret 2025, tercatat 198 kasus DBD di wilayah itu disebabkan musim hujan yang masih terjadi.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta kembali mengaktifkan program "Satu Rumah Satu Jumantik" (G1R1J) untuk menekan lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama di musim hujan.
Setiap Senin, siswa yang menjadi jumantik wajib melaporkan perkembangan pantauannya di wilayahnya masing-masing.
“Kasus DBD di Klaten 2024 meningkat tajam dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 308 kasus dengan 14 kematian,”
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten (Jateng) meningkat signifikan. Hingga minggu ke-49 telah mencapai 1.210 kasus dan 31 orang meninggal.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
Musim hujan membawa udara segar dan tanah yang kembali hijau, tapi juga satu “tamu” yang tak diundang: nyamuk! Begini cara efektif mrncegahnya.
Perubahan iklim diduga buka jalan bagi nyamuk untuk hidup di Islandia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved