Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENINGKATNYA prevalensi diabetes, terutama di daerah terpencil, memerlukan upaya bersama baik dari pemerintah, masyarakat, hingga pihak swasta.
"Prevalensi diabetes yang terus meningkat di Indonesia memerlukan tindakan yang segera dan komprehensif. Upaya pencegahan sangatlah penting untuk mengurangi dampaknya yang merugikan," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular Kementerian Kesehatan Eva Susanti dalam keterangan resmi, Sabtu (19/8).
Prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat dari 10,7 juta jiwa pada 2019 menjadi 19,5 juta pada 2021, membawa Indonesia ke peringkat kelima di dunia.
Baca juga: Layanan Diabetes Sasar Daerah Terpencil di Jawa Barat
Laporan BPJS 2020 menunjukkan hanya 2 juta jiwa yang telah terdiagnosa dan mendapatkan penanganan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan hanya 1,2% kasus yang dapat mengontrol kadar gula darah mereka dengan baik untuk menghindari komplikasi.
Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular (noncommunicable disease, NCD) merupakan satu dari lima fokus utama yang tercantum dalam government-to government memorandum of understanding (G2G MoU) yang ditandatangani Indonesia dan Denmark pada 2021.
"Upaya pencegahan sangatlah penting untuk mengurangi dampaknya yang merugikan," ucapnya.
Baca juga: Waspadai Leher Hitam pada Anak
Selain itu, perlunya kerja sama dengan swasta dalam upaya meningkatkan akses penanganan diabetes di daerah terpencil dan sangat terpencil dinilai sangat efektif.
Seperti Affordability Project melibatkan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), dan Novo Nordisk Indonesia. Inisiatif bersama ini berhasil memfasilitasi kegiatan skrining, edukasi, dan perawatan diabetes di 46 fasilitas kesehatan primer di Jawa Barat.
Sejak diluncurkan, Affordability Project telah melakukan intervensi terhadap penduduk sehat, penduduk berisiko serta pasien diabetes dengan memperkuat program posbindu untuk meningkatkan pemahaman mengenai diabetes dan skrining faktor risiko penyakit tidak menular dan memperkuat kapasitas dan kapabilitas layanan kesehatan primer dalam mengelola diabetes secara optimal.
Untuk menjangkau pasien di daerah terpencil dan sangat terpencil, program ini juga telah melakukan peningkatan kapasitas dan kapabilitas tenaga Kesehatan dan menyediakan perlengkapan untuk memonitor dan mengelola gula darah, termasuk menyediakan insulin.
"Proyek Affordability Project telah memberikan contoh nyata bagaimana kerja sama antara sektor publik dan swasta dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat," ujarnya.
"Model kemitraan semacam ini memiliki potensi untuk diadopsi dalam berbagai inisiatif pencegahan dan pengendalian penyakit, sejalan dengan upaya pemerintah dalam tranformasi layanan kesehatan, sehingga bersama-sama kita dapat meraih hasil yang lebih baik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Perkeni, Suastik, menyampaikan kerja sama dengan pihak swasta dalam program asil dari Affordability Project dengan tegas menggarisbawahi fakta bahwa masih banyak pasien yang belum mencapai target gula darah yang diinginkan.
"Hal ini mendorong perlunya penanganan yang lebih komprehensif, yang melibatkan langkah-langkah mulai dari pencegahan, skrining, hingga pengobatan yang optimal," ujar Suastik.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi menambahkan proyek percontohan Affordability Project telah berhasil melakukan skrining diabetes untuk 118.521 individu.
"Kami mencatat 5% dari mereka menderita diabetes, mencerminkan prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Data Riskesdas tahun 2018. Selain itu, kami juga berhasil melakukan pemeriksaan HbA1c dan menjangkau sebanyak 2.744 pasien dengan rerata HbA1c 9.3% di mana semakin menguatkan kebutuhan akan pelayanan diabetes yang komprehensif dan berkesinambungan," ungkapnya. (Z-1)
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
MOMEN lebaran selalu identik dengan camilan dengan tinggi gula yang sering ditemui di kue nastar, putri salju, atau pun cokelat kacang.
RAMADAN bukan hanya menjadi waktu untuk melakukan refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memberi tubuh waktu melakukan “reset” melalui pola makan yang lebih sehat.
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved