Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan batuk yang dialami Presiden RI Joko Widodo belum dipastikan akibat polusi udara di DKI Jakarta atau bukan.
"Ya presiden bilang beliau agak batuk-batuk," kata Budi di Jakarta, Selasa (15/8).
Budi belum memastikan apakah batuk yang dialami presiden akibat dari kualitas udara Ibu Kota atau faktor lainnya. "Itu belom diputuskan," ucapnya singkat.
Baca juga : Udara Jakarta Buruk, Presiden Jokowi Batuk-batuk 4 Minggu
Kabar Presiden Jokowi mengalami batuk selama empat minggu lamanya diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menaprekraf) Sandiaga Uno usai mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan presiden di Istana, Jakarta, Senin (14/8).
"Di Jakarta barusan saya ratas dengan Presiden beliau sudah batuk hampir 4 minggu, dan DKI pada 13 Agustus mendapatkan kategori kualitas udara terburuk di dunia," ucap Menteri Sandiaga.
Baca juga : Anda Batuk Selama Lebih dari Dua Pekan? Segera Konsultasi ke Dokter
Diketahui, kualitas udara DKI Jakarta beberapa hari terakhir ini memang semakin buruk. Berdasarkan IQAir indeks per Hari Ini (15/8/2023) kualitas udara yakni 159 atau tingkat polusi udara tidak sehat.
Buruknya kualitas udara Jakarta beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab pada kesehatan Presiden Joko Widodo yang menurun. (Z-4)
Durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
Di luar obat-obatan medis, ramuan herbal telah terbukti dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Data Globocan 2022 menunjukkan kanker paru merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia sekaligus penyebab utama kematian akibat kanker pada pria.
Kondisi ini memicu merebaknya kasus batuk serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Batuk pilek yang berulang selain mengganggu perkembangan anak, kondisi ini juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan lain jika tidak ditangani dengan baik.
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
MESKI hingga sore ini (27/1) Kemenkes memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan.
Untuk mencegah terjadinya penularan di Tanah Air, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved