Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BATUK merupakan salah satu gejala dan atau penyakit yang kerap kali menyerang siapa pun. PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) memperhatikannya dan mengedukasi masyarakat bahwa batuk adalah respons alami tubuh yang baik untuk mengeluarkan benda asing dalam tubuh.
Baca juga: Penyebab Terbentuknya Dahak di Tenggorokan dan Cara Menghilangkannya
“Batuk disebabkan oleh infeksi dan bukan infeksi. Kalau untuk infeksi itu karena virus atau bakteri. Kalau noninfeksi, penyebab paling sering itu alergi. Cara membedakannya, kalau batuk karena infeksi ada gejala penyerta lain, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, pilek, dan lain-lain, jadi penyakitnya progresif,” ujar Medical Officer PT Kalbe Farma Tbk, dr. Kristia Avi A lewat keterangan yang diterima, Senin (14/8).
Baca juga: Tips Bantu Atasi Batuk dan Flu Berkepanjangan Si Kecil
Sedangkan noninfeksi, sambungnya jarang disertai demam. Kalau pun alergi, hanya muncul di saat-saat tertentu, misalnya saat pagi atau malam hari saja. Apabila infeksi, dapat terjadi setiap saat dari pagi, siang, sore, dan malam hari.
Dokter Avi menjelaskan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) paling sering terjadi, yang bisa di hidung atau di paru-paru. Gejalanya macam-macam, tergantung orang yang mengalaminya.
Baca juga: Wabah Batuk Pilek Serang Jemaah Haji
Gaya hidup melalui pola makan juga bisa menjadi penyebab batuk, karena makanan pedas dan beminyak dapat mengiritasi saluran pencernaan dan sakit tenggorokan. Daya tahan pun mempengaruhi proses penyembuhan batuk. Sementara itu, batuk yang disebabkan oleh virus dapat sembuh dengan sendirinya sekitar 7-10 hari.
“Gejala batuk dapat sembuh dengan sejumlah obat-obatan, termasuk antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dokter. Tidak disarankan mengonsumsi antibiotik jika tidak ada resep dokter,” tandasnya.
Di sisi lain, penyembuhan batuk kerap kali dikaitkan dengan jeruk nipis dan kecap. Menurut dr. Avi, jeruk nipis dapat meredakan gejala batuk dan sebagai anti peradangan. Sedangkan kecap, ditambahkan untuk mengurangi rasa asam dari jeruk nipis. Ia menegaskan, mengonsumsi jeruk nipis jangan secara langsung, lebih baik ditambahkan air hangat.
Selain jeruk nipis, bahan lain juga sering kali dimanfaatkan untuk meredakan batuk, yakni madu dan jahe. Kata dr. Avi, bahan-bahan tersebut secara empiris terbukti khasiatnya untuk meredakan batuk, namun harus diperhatikan takarannya sesuai kondisi masing-masing. Kandungan baik untuk mengurangi gejala batuk juga ada di dalam produk WOODS’.
“WOODS’ Antitussive yang mengandung Dextromethorphan HBr dan Diphenhydramine HCl untuk batuk kering dan tidak berdahak. Kemudian, WOODS’ Expectorant untuk batuk berdahak. Tapi kita juga ada WOODS’ Naturals yang mengandung ekstrak daun ivy, ekstrak daun meniran, dan ekstrak daun mint,” kata Associate Brand Manager WOODS’, Fajar Sidiq Permana.
Fajar mengatakan, varian produk tersebut hadir sebagai solusi untuk masyarakat ketika mengalami batuk hingga meredakan gejala radang tenggorokan. Uniknya, WOODS’ tersedia dalam dua kemasan, karena menyesuaikan masing-masing gejala yang dialami.
Fajar menjelaskan, WOODS’ dibedakan menjadi dua kategori. Pertama, anak-anak usia 6—12 tahun dapat mengonsumsi WOODS’ sebanyak 5 ml, tiga kali sehari atau setara dengan satu sendok teh. Kedua, orang dewasa dapat mengonsumsi WOODS’ sebanyak 10 ml, tiga kali sehari. Selain tersedia dalam format obat batuk sirup, WOODS’ juga tersedia dalam varian permen pelega tenggorokan.
“Kalau permen WOODS’, ada sedikit perbedaan dengan obatnya. Permen WOODS’ bisa dikonsumsi ketika ada gejala awal, jadi belum batuk tetapi sedikit enggak enak tenggorokannya. Sebenarnya tidak ada batasan untuk mengonsumsinya, tetapi harus tahu batas masing-masing dan kita sarankan tiga kali sehari. Kalau sudah batuk, jangan hanya makan permennya, tetapi juga minum obatnya,” pungkas Fajar. (H-3)
Kasus ini dikabarkan membuat negara merugi hingga Rp1,8 triliun.
Fraksi PKS Amin AK mengkritik penyampaian Direktur Utama Bio Farma terkait dengan dugaan fraud yang terjadi di Indofarma maupun Kimia Farma yang terlalu memperhalus bahasa
Pendapatan didominasi oleh sektor ritel sebesar 40 persen yaitu dari Kimia Farma Apotek.
PT Kimia Farma Diagnostika dan MSD Indonesia yang merupakan perusahaan farmasi global menandatangani komitmen kerja sama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit HPV.
Anugerah ini diberikan MarkPlus Inc. sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi yang luar biasa dalam mengarahkan transformasi ritel.
Warung Sehat yang di-launching adalah toko obat milik BUMDes yang bekerja sama dengan KFA untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam memperoleh produk kesehatan.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
ISPA tidak menyerang semua orang dengan dampak yang sama. Terdapat kelompok tertentu yang jauh lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Infeksi cacing secara kronis dapat menurunkan produksi ayam petelur, baik dari segi kuantitas maupun bobot telur.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved