Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH, Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/D) didorong untuk mewaspadai ancaman iklim terhadap stok pangan. Sebab, itu akan menentukan tingkat inflasi ke depan di tengah ancaman El Nino.
"Pemerintah, BI dan TPIP/D harus mewaspadai potensi ketersediaan bahan pangan yang mencukupi," ujar Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/8).
Menurutnya, hal itu perlu sebagai langkah antisipasi bila terjadi perubahan iklim yang ekstrem sehingga timbul kemarau panjang sebagai dampak El Nino atau La Nina dan mengganggu hasil panen komoditas pangan.
Baca juga: BNPB Siapkan Langkah Mitigasi Dalam Hadapi El Nino
"Stok bahan pangan harus dijaga dengan baik, utamanya oleh Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional dan Bulog supaya tidak terjadi distorsi harga atau anomali kenaikan harga yang inflatoir karena persediaan terbatas sedangkan permintaan tinggi," jelas Ryan.
Upaya menjaga tingkat inflasi itu krusial lantaran sejauh ini tingkat inflasi masih berada dalam rentang target Bank Indonesia yang 2%-4%. Itu menurutnya tak luput dari upaya bersama antara pemerintah, BI, dan TPIP/D mengendalikan harga dan memastikan kelancaran distribusi.
Baca juga: Waspadai Dampak El Nino, BNPB Ingatkan Masyarakat Penghematan Air Bersih
Upaya itu membuahkan hasil melalui pembentukan harga barang di pasar secara umum, tidak termasuk harga barang atau komoditas yang diatur oleh pemerintah seperti BBM, gas LPG dan tarif listrik, dapat bekerja normal sesuai mekanisme pasar dan sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan yang relatif berimbang.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui tingkat inflasi umum Indonesia pada Juli 2023 tercatat di angka 0,21%. Inflasi tersebut lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya (month to month/mtm) yang tercatat 0,14% (mtm)
Sedangkan secara tahunan (year on year/yoy), tingkat inflasi umum tercatat 3,08%, lebih rendah dari inflasi tahunan Juni 2023 yang ada di level 4,94% (yoy). (Z-10)
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved