Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengingatkan orangtua agar jangan membiasakan menyuapi anak yang sebenarnya sudah bisa dilatih makan sendiri karena akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologi si buah hati.
Menurut Vera, ketika anak yang sudah cukup besar, misal berusia sekitar 5 tahun, masih terbiasa disuapi ketika makan, itu bisa memengaruhi kemandirian anak.
"Disuapin itu kan ciri bayi. Jadi tidak berkontribusi pada perkembangan kemandirian anak. Selamanya, dia akan merasa dia akan selalu dibantu sama orang lain," jelas Vera, dikutip Jumat (28/7).
Baca juga: Orangtua Diingatkan Perhatikan Komposisi Gizi Bekal Anak
"Banyak kasus juga mempengaruhi motivasi belajar rendah, anaknya nggak menyadari kalau tugas harus dikumpulkan di sekolah. Nilai harus bagus dan sebagainya. Kalau ditarik mundur, akar masalahnya adalah karena masalah kemandirian," lanjutnya.
Selain itu, Vera juga mengungkapkan kebiasaan memandikan, menyuapi, dan tindakan melayani anak yang sudah besar membuat mereka selalu merasa akan ada orang lain yang melayani mereka.
Sehingga hal ini bisa saja menimbulkan kecenderungan mereka enggan melakukan hal-hal seorang diri dan menolak melakukan hal yang mereka tidak sukai.
Baca juga: Ini Tips Agar Anak dan Keluarga Bahagia
"Dia tahunya semua beres. Apalagi dia makan sambil nonton terus tahu-tahu makanannya sudah habis. Dia melewatkan proses makan itu," terang Vera.
Oleh sebab itu, Vera mengimbau agar orangtua mencoba membiarkan anak makan sendiri mulai saat MPASI. Misalnya, memberikan separuh makanan di piring kecil dan membiarkan dia menggunakan sendok sendiri.
Sementara separuh makanan lagi, orangtua bisa menyuapi anak agar asupan yang masuk cukup.
Dengan demikian, hal ini pun bisa melatih kemandirian anak. Diharapkan menjelang masuk Sekolah Dasar, yakni di usia 5 sampai 6 tahun, anak sudah bisa makan sendiri.
Kendati demikian, Vera juga mengingatkan orangtua untuk membiarkan anak yang baru belajar makan sendiri untuk menyuap makanannya. Apabila berantakan, jangan segera membersihkan mulut atau tangan si anak.
"Itu tidak disarankan. Biarkan saja sampai selesai. Mau makanannya sampai ke rambut, atau ke pipi, biarkan saja. Biarkan mereka menikmati makanannya sampai habis," ucap Vera.
Jika sudah terlanjur terbiasa disuapi, orangtua bisa memberikan pengertian kepada anak secara perlahan-lahan dan melatihnya untuk makan sendiri.
"Misal, dia baru ulang tahun, manfaatkan itu. Beri dia pemahaman 'Kamu kan baru ulang tahun. Setengah saja ya. Lima suap sama bunda, lima suap makan sendiri'. Terus didorong dan dipuji ketika dia sudah mau makan sendiri," tutup Vera. (Ant/Z-1)
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Psikologi menyebut orang yang memasak sambil membersihkan dapur memiliki 8 kepribadian kuat, mulai dari disiplin, mindfulness, hingga manajemen waktu yang baik.
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved