Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengaku masih belum ada titik tengah dengan penggugat yakni korban Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang anaknya sakit atau meninggal pada gugatan kelompok atau class action pada kasus GGAPA.
"Sudah ada mediasi tapi masih belum ada kesepakatan," ucapnya singkat, Rabu (19/7).
Namun untuk ganti rugi yang akan diberikan pemerintah Kemenkes menyebut hal itu masih dalam tahap pembicaraan lintas kementerian.
Baca juga: 5 Tergugat Class Action Kasus Gagal Ginjal Akut Ajukan Damai
"Untuk ganti rugi masih dibahas antar lembaga dan kementerian terkait sesuai kewenangannya," kata Nadia.
Sebelumnya sebanyak 5 dari 11 tergugat class action GGAPA yakni PT. Universal Pharmaceutical, CV. Mega Integra, PT. Logicom Solution, CV. Budiarta, dan PT. Mega Setia Agung Kimia mengajukan upaya damai.
Baca juga: Menko PMK Cari Cara Berikan Bantuan Korban Gagal Ginjal Akut Anak
Terdapat 11 tergugat dalam sidang gugatan kelompok antara lain Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), PT Afi Farma Pharmaceutical Industry, PT Universal Pharmaceutical Industries, CV Samudera Chemical, PT Tirta Buana Kemindo, CV Mega Integra, PT Logicom Solution. Kemudian, CV Budiarta, PT Mega Setia Agung Kimia.
Dengan adanya upaya damai dari sebagian pihak tergugat tersebut memberikan angin segar kepada keluarga korban yang anaknya meninggal atau yang masih rawat jalan. Saat ini para korban dan kuasa hukumnya akan fokus pada keenam tergugat.
"Sebanyak 5 tergugat yang meminta damai dari hasil 8 kali mediasi sebelumnya. Dan status saat ini kelimanya sudah dikeluarkan dr gugatan ini," ujar salah satu keluarga korban yang ajukan gugatan kelompok, Nedy Amardianto.
"Jadi kita fokus dengan 6 tergugat yang masih mau melanjutkan persidangan," tambahnya. (Iam/Z-7)
Ginjal bisa rusak tanpa gejala awal. Simak 8 kebiasaan sehari-hari yang diam-diam merusak fungsi ginjal menurut pakar kesehatan.
Meningkatnya angka obesitas dan diabetes, ditambah dengan penuaan populasi global, menjadi pendorong utama lonjakan kasus CKD.
Ketika pembuluh darah mengalami kerusakan akibat hipertensi, aliran oksigen dan nutrisi menuju nefron akan terganggu sehingga fungsi ginjal menurun.
Jangan abaikan gejala seperti sering buang air kecil di malam hari. Meskipun bisa berkaitan dengan gangguan saluran kemih
Ginjal berperan penting dalam menyaring kotoran serta membuang kelebihan cairan dari darah melalui urin. Jika organ ini tidak bekerja dengan baik, racun akan menumpuk di dalam tubuh
Gagal ginjal kronis merupakan penyakit dengan angka prevalensi yang meningkat setiap tahunnya, berikut gejala gagal ginjal yang umumnya dirasakan
Deteksi dini gejala batu ginjal diperlukan agar Anda dapat mengambil langkah pencegahan sebelum merembet jadi operasi batu ginjal.
Radang ginjal merupakan kondisi yang juga dapat diperbaiki melalui terapi yang tepat sehingga tidak sampai terjadi gagal ginjal.
Diare yang tidak ditangani dengan segera bisa memicu berbagai kondisi berbahaya, mulai dari dehidrasi berat hingga gagal ginjal pada anak.
PENYAKIT ginjal umunya baru disadari dan diketahui saat kondisi sudah parah. Padahal ada beberapa hal yang bisa menjadi ciri awal adanya masalah pada kesehatan ginjal.
Ginjal yang sehat ini sebenarnya bisa kita nilai atau bisa kita evaluasi dari beberapa cara, yang paling umum dan mudah itu dengan melihat warna urine atau warna air seni kita.
BPOM akan memperkuat pengawasan produksi obat di berbagai perusahaan farmasi untuk mencegah terjadinya kasus pencemaran obat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved