Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tanpa Operasi Batu Ginjal, Deteksi Dini Jadi Kunci

Rahmatul Fajri
21/11/2025 19:21
Tanpa Operasi Batu Ginjal, Deteksi Dini Jadi Kunci
Ilustrasi(Dok Ist)

SERING diremehkan, aktivitas kecil ternyata bisa memicu risiko operasi batu ginjal. Hal ini tidak banyak diketahui karena umumnya gejala batu ginjal baru dianggap serius ketika buang air kecil sudah berdarah atau berpasir. Padahal, gejala batu ginjal bisa diawali dengan rasa anyang-anyangan dan nyeri pinggang.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penyakit ginjal menduduki 10 besar penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penyebab munculnya gejala batu ginjal tersebut beragam, salah satunya gaya hidup. Secara global, obesitas akibat gaya hidup tidak seimbang yang memicu penyakit ginjal menyumbang 1,84% dari total kematian.

Kebiasan merokok dan konsumsi alkohol juga berperan dalam kesehatan ginjal, terutama jika memiliki riwayat diabetes dan hipertensi. Kurangnya olahraga sehingga memicu obesitas juga memperparah kebiasan konsumsi hidangan yang tidak sehat tersebut.

Kebiasaan berikutnya adalah menahan kencing. Jika ini dilakukan terus-menerus, ginjal akan mendapat tekanan balik dari saluran kemih sehingga mengganggu metabolisme. Kerusakan ginjal kronis dan permanen jadi ancaman serius, bahkan menjadi awal mula operasi ginjal. Tekanan stres dan kebiasan begadang juga jadi penyebab awal permasalahan ginjal.

Jika ada kebiasaan di atas yang sering Anda lakukan, sebaiknya waspada. Deteksi dini gejala batu ginjal diperlukan agar Anda dapat mengambil langkah pencegahan sebelum merembet jadi operasi batu ginjal.

Pertama, kencing berbusa. Gejala batu ginjal yang kedua adalah anyang-anyangan atau rasa ingin kencing terus-menerus. Penderita juga jadi sering buang air kecil karena volume dan frekuensi meningkat. Dalam kondisi normal, orang dewasa akan buang air kecil 4–6 kali dalam sehari. Lebih dari itu, Anda sebaiknya waspada.

Ketiga, nyeri pinggang terutama di bawah tulang rusuk dan di atas tulang panggul. Ciri terakhir yang sering diabaikan adalah urin yang berwarna keruh dan berbau menyengat.

Bila gaya hidup urban tidak bisa dihindari dan sudah mengalami gejala-gejala batu ginjal tersebut, ada baiknya mulai peduli pada kesehatan ginjal. Tidak perlu mengkocek kantong untuk memulainya, cukup dengan menjaga pola hidup seimbang.

Pola hidup ini bisa diawali dengan rajin beorolahraga dan menjaga tidur dengan tertatur. Setiap hari, konsumsi minimal 2 liter air putih agar kinerja ginjal optimal. Kemudian, diikuti kebiasaan konsumsi makanan dan minuman yang ramah untuk ginjal, seperti daun kumis kucing, tempuyung, keji beling, dan sejenisnya.

Sudah banyak penelitian yang menjelaskan konsumsi bahan alami itu bisa bantu perlahan meluruhkan batu ginjal yang sudah terbentuk, sehingga mencegah dari operasi batu ginjal yang mahal dan sakit.

Akan tetapi, bahan-bahan herbal itu mulai sulit didapatkan dan perlu pengolahan yang tidak sebentar. Untungnya, kini hadir Tombotugin, minuman serbuk herbal yang diproduksi dengan mesin canggih dan higienis.

Minuman ini diformulasikan khusus dari bahan-bahan yang baik bagi ginjal yaitu, kumis kucing, tempuyung, keji beling, seledri, temulawak, rosella, dan blackcurrant.

Sudah tersertifikasi aman oleh Badan POM dan halal, konsumsi sehari-hari bisa mengembalikan ritme buang air kecil secara alami.

Herbal hanyalah satu langkah pendamping, selain solusi lebih penting yakni menjaga pola hidup seimbang dan deteksi dini gejala batu ginjal. Jika gejala terus berulang, segera konsultasikan kesehatan kepada dokter. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik