Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ATASE Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) memegang peranan strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah di luar negeri dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Melalui kebijakan Merdeka Belajar, Atdikbud dapat mengakselerasi diplomasi publik dengan negara lain, salah satunya dengan peningkatan kerja sama baik di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anang Ristanto menyampaikan pentingnya peran Atdikbud dalam mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar sebagai diplomasi publik. "Banyak hal-hal yang strategis yang perlu ditindaklanjuti untuk mengakselerasi gerakan Merdeka Belajar di wilayah negara akreditasi masing-masing, seperti Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) dan IISMA Vokasi, Matching Fund, Kedaireka, program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), serta Rumah Budaya Indonesia (RBI) untuk pemajuan kebudayaan,” ujar Anang saat penutupan Rapat Koordinasi Atdikbud dan Wakil Delegasi Tetap UNESCO, di Bali, pertengahan pekan lalu.
Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong para Atdikbud untuk meningkatkan kerja sama dengan negara lain terutama dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan teknoogi. “Atdikbud harus memastikan mahasiswa yang ikut MBKM, dosen, dan guru yang akan melanjutkan pendidikan di luar negeri bisa terlaksana dengan baik,” ucap Anang.
Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan diplomasi publik bertujuan untuk mencapai visi negara dan juga kepentingan aktor-aktor dalam negeri melalui aset diplomasi yang dimiliki. “Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi para Atdikbud, karena mengemban tanggung jawab dalam diplomasi publik Indonesia ke negara setempat,” ungkap Faizasyah.
Dalam melaksanakan diplomasi publik, kata Faizasyah, Atdikbud dapat melibatkan aktor-aktor yang dapat dijadikan mitra dalam menguatkan diplomasi publik, seperti pelaku usaha, media, pelajar, organisasi masyarakat, diaspora/PMILN, dan individu atau pemuda. “Aktor-aktor di dalam negeri juga berpengaruh dalam diplomasi publik di luar negeri,” ucapnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Nizam yang menjadi narasumber pada rakor ini, mengatakan para Atdikbud di 19 negara dapat membangun diplomasi publik melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sebagai upaya transformasi pendidikan tinggi, MBKM saat ini telah menjadi tren di beberapa kampus terbaik di dunia, misalnya Harvard University.
“Melalui MBKM, beberapa program seperti double degree, joint degree, magang di industri, beasiswa, serta pertukaran mahasiswa dapat menjadi program unggulan diplomasi publik Indonesia dalam bidang pendidikan,” tutur Nizam.
Kebijakan Kampus Merdeka, kata Nizam, diharapkan dapat membuka ruang dan menciptakan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. “Terkait hal ini, perguruan tinggi harus menciptakan kampus yang eligible sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk lebih produktif dan dosen juga harus lebih fleksibel dengan perkembangan zaman, untuk menciptakan ruang kelas yang lebih dinamis," tuturnya.
Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong para Atdikbud agar membantu perguruan tinggi di Indonesia untuk bermitra dengan kampus dunia, baik melalui kerja sama kampus ke kampus, maupun dengan dunia industri. “Diharapkan tidak hanya kerja sama berupa naskah saja, namun juga perlu ada implementasinya. Perguruan tinggi dapat mengundang profesional dari beberapa negara mitra masuk ke dunia kampus,” ungkap Nizam.
Sedangkan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyampaikan Kemendikbudristek memiliki program Rumah Budaya Indonesia (RBI) sebagai program diplomasi budaya yang bergerak menciptakan pusat kebudayaan untuk Indonesia di setiap negara.
“RBI sebagai salah satu wujud dari upaya diplomasi budaya dengan tujuan memperlihatkan dan mengenalkan keberagaman budaya Indonesia di kanca internasional, sehingga hal ini dapat menjadikan budaya Indonesia lebih diketahui oleh masyarakat global,” ujar Hilmar. (RO/R-2)
Abad ke-21, menurut Prabowo, merupakan abad ilmu pengetahuan dan teknologi.
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah paling rasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved