Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
POLUSI udara merupakan salah satu faktor ekstrinsik yang menyebabkan penuaan pada kulit, selain paparan sinar matahari. Perawatan dasar kulit yang baik bisa membantu mencegah kerusakan lebih lanjut. Hal itu dikatakan dokter spesialis kulit dan kelamin Pipim S Bayasari.
Perawatan dasar kulit itu, kata dia, dikutip Kamis (6/7), dimulai dari menggunakan facial wash, facial toner, serta pelembab untuk memperbaiki skin barrier atau lapisan teratas kulit yang berperan melindungi kulit dan tubuh.
"Kalau skin barrier rusak akan terjadi transepidermal water loss (TWL) yang menyebabkan cairan semakin banyak keluar dari kulit lalu membuat kulit semakin kering. Kulitnya yang tadinya keriput akan semakin terlihat lebih kering," kata Pipim.
Baca juga: Kulit Anda Mudah Dehidrasi? Waspada Penuaan Dini
Selanjutnya, pakailah tabir surya guna mencegah faktor ekstrinsik lebih lanjut. Tabir surya ini digunakan setiap dua jam sekali sebanyak dua ruas jari tangan. Pakailah tabir surya walaupun berada di dalam ruangan dan 30 menit sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan.
Hal lain yang bisa dilakukan yakni rutin berolahraga untuk memperlancar metabolisme tubuh sehingga produksi kolagen dan elastin atau protein pada kulit dan jaringan tubuh yang membantu untuk menjaga kulit supaya fleksibel dan kencang berada dalam jumlah memadai.
Pipim juga menyarankan orang-orang meminum cairan setidaknya dua liter per hari dan mengonsumsi makanan sehat serta meminum suplemen tambahan.
Baca juga: Kualitas Udara yang Buruk Ternyata Berbahaya Juga untuk Kulit
Suplemen ini antara lain mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, vitamin B3 atau Niacinamide untuk menangkal radikal bebas agar tidak terjadi penuaan secara prematur, kemudian antioksidative enzymes seperti superoxide dismutase, glutathione peroxidase, dan coenzyme Q10.
"Karena kesehatan kulit ditopang kolagen tipe 1 sumber utamanya marine collagen jadi sebaiknya konsumsi kolagen dari jenis ikan-ikanan," kata dia.
Menurut berbagai jurnal, suplemen kolagen bisa membantu memperbaiki kerutan setelah dua bulan hingga tiga bulan dikonsumsi, dan ini tergantung pada metabolisme tubuh.
Berbicara penuaan kulit, kondisi ini sebenarnya terjadi alamiah dan dimulai sejak seseorang berusia 20 tahun. Pada usia 20 tahun, seseorang memiliki kepadatan kolagen dan elastisitas cukup tebal di bagian dermis sehingga cukup baik untuk menopang kulit di bagian epidermis. Inilah alasan kerutan belum muncul.
Lalu, semakin bertambahnya usia, terjadi penipisan kolagen maupun elastin sehingga mulai muncul kerutan-kerutan halus terutama di usia 40 hingga 60 tahun.
"Di usia 70 tahun atas, seiring semakin menurun kolagen dan elastin, kerutan semakin dalam," kata Pipim.
Pipim mengingatkan, sering kali penuaan alamiah ini diperparah dengan faktor ekstrinsik yang ditimbulkan faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari, polusi udara, kebiasaan merokok, gizi buruk.
Akibatnya, kulit menjadi semakin kendur, elastisitas semakin berkurang, timbul lesi atau melasma dan kulit semakin kasar. (Ant/Z-1)
Seiring mudahnya akses terhadap produk skincare di pasaran, edukasi berbasis sains sangat krusial agar masyarakat dapat memilih produk dengan benar dan aman.
Kylie Jenner mengungkapkan bahwa ia menjalani terapi sel punca untuk menangani sakit punggung yang tak kunjung reda sejak melahirkan anak bungsunya.
DIKENAL sebagai pribadi yang praktis dalam tiap aspek kehidupan, Grace Tahir selalu mengutamakan efisiensi, termasuk dalam urusan perawatan kulit.
OMG Creator Fest 2025: Beautytainment Universe berlangsung pada 13-16 November 2025 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.
K Beauty Camp tidak hanya membawakan produk-produk saja yang dapat pengunjung coba di tempat, namun seluruh pengunjung juga berkesempatan mencoba berbagai experience zone.
Cosmobeaute 2025 diprediksi menjadi ajang berkumpulnya 17.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor, dengan partisipasi 450 perusahaan peserta.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Penggunaan hidrokuinon melampaui kebutuhan bisa menimbulkan efek samping berupa ochronosis, penumpukan asam di bawah kulit yang menyebabkan munculnya flek hitam pada kulit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved