Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
EPIDEMIOLOG sekaligus Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko menilai efikasi dari vaksinasi covid-19 harus diteliti kembali.
"Memang kalau vaksin yang dibuat dari virus asli efikasinya akan menurun karena tidak semua genetiknya sama. Kemudian vaksin efikasinya menurun dan apabila efikasi di seseorang turun maka vaksin tersebut tidak efektif melawan virus yang bermutasi," kata Tri Yunis saat dihubungi, Minggu (2/7).
Sehingga, menurutnya, sebaiknya kalau vaksinnya bermutasi maka 1 tahun atau 1,5 tahun vaksinnya harus dievaluasi sehingga apakah vaksin itu masih efektif atau tidak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan anak, lansia, kelompok komorbid, tenaga kesehatan menjadi prioritas untuk diberikan vaksin. Selain vaksinnya yang perlu dievaluasi kalau belum ada vaksin baru, maka tidak masalah jika diberikan vaksin yang ada meskipun efikasinya turun tapi tetap meningkatkan imunitas pada lansia.
Baca juga: Tugas Pemerintah Setelah Pandemi Tetap Penuhi Vaksinasi Covid-19
"Walau pun kita memberikan kepada 100 lansia dan bila ternyata misalnya efikasinya turun 56% ya 56 orang yang mendapatkan kekebalan tapi sisanya tidak mendapatkan kekebalan. Itu merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan pada orang tua," ujarnya.
Studi harus dilakukan apakah vaksinnya masih efektif atau tidak. Sehingga pemerintah bisa evaluasi vaksinnya bisa digunakan atau tidak. Di sisi lain masyarakat juga perlu paham studi vaksin memang perlu waktu yang cukup lama dan perusahaan vaksin pasti perlu pertimbangan apakah perlu studi lanjutan atau tidak.
Baca juga: Meski Indonesia Kini Endemi, Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Tetap Perlu
"Menurut saya saat ini kita tapi sebaiknya studi harus segera dilakukan," pungkasnya. (Z-6)
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Uji klinik dibandingkan kualitasnya dengan CoronaVax uji klinik ini merupakan yang direkomendasikan WHO.
Badan POM telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap vaksin covid-19 Zifivax.
Badan POM menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap vaksin covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok, Zifivax.
Sebab, vaksin covid-19 yang disediakan di Indonesia sudah melalui proses evaluasi BPOM, rekomendasi dari ITAGI dan WHO, serta para ahli.
Masyarakat pun diminta untuk segera melakukan vaksinasi, tanpa memilih merek vaksin covid-19 jenis tertentu. Sehingga, imunitas dalam tubuh semakin kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved