Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENCIPTAKAN inovasi dalam program I-Masaro dan Taman Kehati, PT Polytama Propindo (Polytama) kembali meraih penghargaan pada ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2023.
Apresiasi ini diberikan atas inisiasi pengembangan program corporate social responsibility (CSR) yang fokus pada lingkungan dalam berbagai kategori dengan tema Empowering Sustainable Innovation.
Pada malam penghargaan ISRA 2023 di Surakarta, Jateng, Senin (26/6), Polytama meraih dua penghargaan atas program CSR perusahaan.
Baca juga : Sinar Mas Land Ajak Warga Mengolah Sampah Menjadi Produk Berguna
Penghargaan pertama didapatkan pada kategori Gender Equality & Social Inclusion dengan predikat Platinum atas implementasi program I-Masaro (Indramayu Manajemen Sampah Zero).
Adapun penghargaan kedua pada kategori Biodiversity Conservation dengan predikat Silver atas implementasi program Taman Kehati.
Ada 54 perusahaan yang mendaftar dari berbagai industri seperti perusahaan migas, pembangkit listrik, petrokimia, pertambangan, hingga farmasi dan tersaring hingga lolos menjadi pemenang dalam beberapa kategori.
Baca juga : Edukasi Pilah Sampah, Chandra Asri Kumpulkan Lebih dari 2.780 Kg Sampah
“Bentuk rasa syukur atas penghargaan ISRA 2023 yang diraih. Apresiasi yang kesekian kalinya untuk program I-Masaro dan Taman Kehati ini membuktikan Polytama menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan tepat khususnya di ring 1," ujar Corporate Secretary Manager Polytama M Andri Nugroho dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
ISRA 2023 terdiri dari serangkaian kegiatan, mulai dari seminar nasional, conference artikel terkait social responsibility, hingga awarding atas program CSR perusahaan peserta ISRA 2023.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh Manajer Pilar Pembangunan Lingkungan, SekNas SDGs Kementerian Bappenas Rachman Kurniawan, Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S Asnagari, dan Steering Committe ISRA 2023 Miftah Faridl Widhagdha.
Baca juga : Festival LIKE, Presiden Jokowi Kunjungi Stan Danone Indonesia
"Bumi adalah titipan untuk anak cucu yang perlu kita lestarikan dan membutuhkan partisipasi segenap pihak. Pemerintah, masyarakat sipil, dan private sector sungguh luar biasa sudah menunjukkan bukti-bukti nyata bahwa satu bumi ini cukup untuk kita semua,” ungkap Miftah.
Dalam menjaga bumi, bisa dimulai dari hal kecil yang dapat berdampak baik bagi pelestarian lingkungan. Salah satunya, dengan memilah dan membuang sampah dengan benar.
Menurut Corporate Secretary Manager Polytama M Andri Nugroho, pengentasan permasalahan lingkungan terutama timbulan sampah dan pemberdayaan perempuan mantan tenaga kerja wanita (TKW) jadi salah satu tujuan Polytama melalui program I-Masaro.
Baca juga : Empat Unit Usaha APP Sinar Mas Raih Indonesia Green Awards 2022
Selain itu, penyediaan sarana edukasi dan ruang terbuka hijau baru terkait konservasi flora dan fauna jadi latar belakang Polytama untuk mengimplementasikan program Taman Kehati.
"Kami bersyukur kedua program itu meraih penghargaan ISRA 2023," tambah Andri.
Sesuai dengan industrinya, Polytama sebagai penghasil resin bijih plastik jenis polipropilena yakni jenis plastik yang direkomendasikan untuk digunakan sebagai kemasan makanan.
Baca juga : Amandina Bumi Nusantara Sukses Terapkan Ekonomi Sirkular di Indonesia
Berkat keistimewaan karakteristiknya, memungkinkan produk jenis plastik polipropilena dapat digunakan berkali-kali dan tidak mengandung ikatan kimia beracun.
"Polytama ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa #plastikbaik jika dikelola bertanggung jawab," tuturnya.
Kedua program CSR Polytama ini sebelumnya meraih berbagai penghargaan, seperti Taman Kehati memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Replika Ekosistem Rawa Gelam Pertama untuk Pengembangan Wisata Edukasi.
Baca juga : Peringati Hari Sungai Ciliwung 2023, GCB Dukung Sampah untuk Energi
Juga, Top CSR Award 2021 untuk kedua program yang sama yaitu Taman Kehati dan I-Masaro.
“Tidak hanya memberikan manfaat sosial untuk masyarakat dan lingkungan saja, CSR harus selaras dengan strategi bisnis dan mendukung pencapaian target bisnis agar kinerja perusahaan dapat terus tumbuh berkelanjutan,” tambah Andri. (RO/S-2)
Baca juga : Kurangi Sampah Plastik, Foopak Bio Natura Jalin Kolaborasi dengan JumpStart
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai kinerja pengelolaan sampah nasional masih perlu ditingkatkan.
WAKIL Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyatakan kurve dan pembuatan bank sampah di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu strategi penanganan sampah.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Pemkot Bandung akan mengkaji dan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti RDF, budidaya maggot, pengolahan organik, serta pengurangan sampah dari sumber.
HARI Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved