Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
WAJAH yang tak lagi muda itu dengan tenang memasuki pekarangan gedung Bentara Budaya Jakarta (BBJ) Palmerah, Jakarta. Bahkan ia terus menebar senyum kepada orang-orang yang menyapanya.
Rambut kribo yang memang menjadi ciri khas Achmad Albar memang menjadikan pria berusia 78 tahun ini begitu mudah dikenali. Ia petang itu terlihat bahagia dan selalu tersenyum. Pun saat sedang bersama rekan dan koleganya di ruang jamuan makan.
Rabu (21/6) sore para personel band God Bless terlihat menikmati betul suasana. Mereka sesekali hilir mudik bercengkrama sambil tertawa dan gembira. Hampir semua orang yang bertegur sapa dan menyalaminya disambut dengan santai penuh persahabatan. Tak terlihat kesan sombong apa lagi 'sok selebritis' termasuk ketika beberapa orang mengajak berbicara dan berswafoto. Semua dilayani mereka dengan sabar dan tenang.
Rupanya, mereka sedang bersiap-siap meluncurkan album terbaru dari God Bless yang bertajuk Anthology 50th Year Anniversary. Mereka menggandeng musisi muda Tohpati dan Czech Sympony Orchestra untuk bekerja sama, membuat semua lagu God Bless yang sudah diaransemen ulang itu nampak menjadi lebih megah, gahar, dan membahana.
Simak saja tembang berjudul Overture (instrumen medley) musiknya disetel panitia sebagai lagu pembuka launching saat Soleh Solihun yang memandu acara itu memanggil para personel God Bless. Tampil Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah (bass), Abadi Soesman (keyboard) dan Fajar Satritama (drums) naik ke panggung menjelaskan tentang karya terbarunya itu. Hadir juga Hendra Lie (produser eksekutif dari Mata Elang) dan Denny MR selaku perwakilan manajemen God Bless yang siap mengangkat kembali karya grup ini dengan format digital di seluruh platform musik, vynil, dan compact disc (CD) hingga kaset.
"Perilisan album Anthology ini menjadi rangkaian dari perayaan 50 tahun God Bless sebagai insan musik," tutur Iyek, sapaan akrab Achmad Albar. Dedengkot dan pendiri God Bless ini mengaku sangat senang dan bahagia. Ia dan rekan-rekannya bersyukur bahwa hingga hari masih bisa terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
Sementara Ian Antono yang duduk bersebelahan berharap album ini bisa memberi semangat pada para musisi untuk menjaga semangat kreatifnya. "Tak perlu mementingkan hasil akhir, karena yang terpenting adalah berproses tanpa perlu berhentu," imbuhnya.
Beberapa rangkaian program 50th itu God Bless akan menggelar tur di enam kota besar seperti Surabaya, Medan, Bali, dan Jakarta mulai September-Oktober 2023. Selain tur, God Bless akan menerbitkan buku tentang sejarah band yg sudah ada sedari 5 Mei 1973 ini dan pembuatan film biopik oleh Hanung Bramantyo.
Pemerintah tak tinggal diam karena memberikan apresiasi kepada grup band ini dengan membuatkan video klip pada salah satu aransemen lagu yang berjudul Musisi. Selain itu juga akan menggelar pameran koleksi masterpiece di salah satu cagar budaya bangsa. Puncak gelaran God Bless ditutup dengan konser akbar di Istora Senayan pada 10 November 2023.
Tembang-tembang seperti Menjilat Matahari, Bla Bla Bla, Huma di Atas Bukit, Kehidupan, Serigala Jalanan, Jalan Pulang, Balada Sejuta Wajah, Musisi, Rumah Kita, Semut Hitam, dan Maret 89 musiknya digarap dengan penyesuaian orkestra. Sementara lagu Overture merupakan komposisi instrumental medley terbaru yang diambil dari enam album selama 50 tahun God Bless berkarier.
Terkait titel Anthology pada album ini, Fajar Satriatama menjelaskan titel itu merupakan kumpulan dari beberapa karya sajak, cerpen atau lagu yang diterbitkan dalam satu album.
"Ini sangat cocok sekali dengan album God Bless yang semangatnya adalah kumpulan dari beberapa lagu," tutur drummer grup ini, yang juga personel termuda. (O-2)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Ahmad Albar memperhatikan konsumsi makanannya, membenahi pola tidur, dan berolahraga untuk menjaga kesehatan.
Grup musik rock legendaris God Bless merayakan ulang tahun ke-50 dengan menyuguhkan aksi panggung di hari kedua Synchronize Fest 2023, Sabtu (2/9).
HARI Musik Nasional yang diperingati 9 Maret 2023 berarti besar bagi vokalis band pop rock GIGI Armand Maulana. Ia lalu mengungkap tiga musikus idolanya.
Pengumuman kolaborasi grup musik dangdut dan rock itu disampaikan oleh Rhoma Irama di akun Instagram-nya, rhoma_offcial, Senin (13/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved