Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DAERAH Kerja (Daker) Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi siang tadi waktu Arab Saudi memberangkatkan total sebanyak 411 petugas ke Mekkah. Sisanya, 169 orang dari total 580 petugas rencananya menyusul pada 23 dan 24 Juni mendatang.
Jumlah petugas tersebut mencakup petugas dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan. Kepala Daker Madinah Zaenal Muttaqin mengatakan pemberangkatan petugas Daker Madinah tersebut untuk persiapan pelayanan pada masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"8 bus dari Kementerian Agama 3 bus dari kesehatan, dan ada 7 mobil yang kecil, semuanya akan kita tugaskan atau kita berangkatkan ke Mekkah untuk proses persiapan puncaknya haji," kata Zaenal saat memantau pemberangkatan petugas dari Kantor Urusan Haji, di Madinah.
Baca juga : Jelang Puncak Haji, Ini Keringanan Ibadah bagi Jemaah Lansia, Risti dan Penyandang Disabilitas
Zaenal berpesan kepada para petugas, khususnya dari Daker Madinah, agar betul-betul memahami situasi medan pos-pos tempat mereka akan ditugaskan. Demikian pula dengan tugas-tugas yang mereka tunaikan.
Menurut rencana, pada masa puncak prosesi ibadah haji, para petugas PPIH dibagi dalam tiga wilayah penugasan. Petugas Daker Mekkah ditugasi menempati pos-pos layanan di Arafah, petugaa Daker Bandara di Muzdalifah, dan petugaa Daker Madinah ditugasi memberi pelayanan kepada jemaah ketika di Mina.
Baca juga : Jemaah Haji Tersasar akan Masif di Mina
"Kepada petugas-petugas Madinah tetap jaga kesehatan karena ini adalah puncaknya haji, sangat berat medannya. Di samping itu harus mengerti, memahami tugas utama dalam hal pelayanan di Mina," pesan Zaenal.
Adapun kepada para jemaah, Zaenal kembali mengimbau agar mereka tidak memaksakan diri untuk melaksanakan umrah sunnah. Apalagi sampai berkali-kali. Jemaah sebaiknnya fokus ke pelaksanaan ibadah haji.
"Maksimalkan kesehatan diri sehingga saat puncaknya Arafah maka mudah-mudahan sehat. jangan juga terlalu banyak sering jalan-jalan keluar agar kondisi kesehatan fit," ucap Zaenal.
Sejumlah petugas masih tinggal di Madinah untuk menuntaskan pelayanan kepada jemaah haji. Daker Madinah harus memperpanjang pelayanan karena ada sejumlah kelompok terbang (kloter) jemaah haji kuota tambahan dialihkan pendaratannya dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah ke Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz Madinah (AMAA) hingga 24 Juni.
Pengalihan itu merupakan instruksi dari otoritas Arab Saudi karena lalu lintas penerbangan di Jeddah terlampau padat.
Jemaah haji kuota tambahan yang mendarat di AMAA juga wajib diinapkan minimal semalam di Kota Madinah agar mereka cukup beristirahat setelah menjalani penerbangan sekitar 9 jam dari Tanah Air.
Semula, jumlah kloter kuota tambahan yang dialihkan untuk transit ke Madinah sebanyak 24 kloter. Namun, lobi-lobi terus dilakukan pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi agar sebagian tetap mendarat di Jeddah.
Zaenal tidak menampik instruksi agar kloter jemaah kuota tambahan transit di Madinah menimbulkan pembengkakan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
"Ini kita masih belum pasti karena memang ada informasi yang tadinya (terakhir tiba) tanggal 24 kemudian bisa jadi 22 (Juni). Nanti kloternya mungkin juga dipotong, yang tadinya misalnya 24 jadi 16, 16 kemudian informasi jadi 14. Nanti kita lihat lagi berapa jumlahnya," tandas Zaenal.
Puncak haji akan dimulai pada 8 Zulhijah 1444 H atau 26 Juni 2023. Pada tanggal itu jemaah haji akan diberangkatkan dari Mekah menuju Arafah. Pada 9 Zulhijah atau 27 Juni, jamaah akan wukuf di Arafah. Dan pada 10 Zulhijah atau 28 Juni jemaah sudah bertolak untuk mabit di Mina selama 2-3 hari. (Z-5)
Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menilai persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) masih berada di jalur yang tepat.
Kiat aman menunda haid dengan obat hormon bagi calon jamaah haji perempuan agar ibadah lancar, sesuai anjuran dokter spesialis.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan adanya peningkatan layanan bagi jemaah haji di khususnya saat layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada pelaksanaan haji 2026.
MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan yang disajikan untuk peserta diklat calon Petugas Haji 2026.
CALON Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama bagi jamaah yang mengalami kondisi darurat, Senin (12/1).
Pembagian syarikah dilakukan berdasarkan embarkasi guna memastikan layanan jemaah lebih terfokus dan terkoordinasi.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
Selain kesehatan fisik, pemeriksaan tahun ini juga mencakup penilaian kesehatan mental dan kognitif untuk mendeteksi gejala demensia.
Pelunasan Bipih jemaah khusus sudah mencapai 98,41 persen atau 16.310 orang dari kuota 17.680 jemaah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved