Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA jemaah haji khusus atau non reguler sudah mulai meninggalkan Madinah menuju Mekkah sejak Selasa (13/6). Sampai dengan hari ini, total setidaknya 6.202 jemaah haji khusus yang bertolak dari 16 hotel bintang lima di wilayah seputaran Masjid Nabawi, Madinah.
"Masih ada 620-an yang tinggal menghabiskan masa arbain dan ziarah," kata Kepala Seksi Pengawasan Haji Khusus Daerah Kerja Madinah PPIH Arab Saudi, Rudy N Ambari, Rabu (14/6).
Para jemaah haji khusus tersebut singgah di Madinah selama 4 sampai dengan 9 hari, tergantung kesepakatan paket ibadah haji dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Mereka memakai jasa penyelenggaraan ibadah haji dari 59 PIHK.
Baca juga :Ketua Kloter Harus Aktif Cek Pemenuhan Layanan Jemaah
Di Mekkah, jemaah haji khusus tinggal di Mekkah sekitar 12-14 hari sampai pelaksanaan puncak haji. Seperti halnya di Madinah, mereka menempati akomodasi hotel bintang lima yang jaraknya tidak lebih dari 500 meter dari kompleks Masjidil Haram.
Rata-rata paket ibadah haji khusus ditawarkan dengan harga Rp250 juta-Rp300 juta per jemaah. Waktu tunggu jemaah haji khusus saat ini sekitar 7 tahun.
Baca juga : Kloter Haji Ini Sempat Hadapi Dilema Masuk Raudhah
Pelayananan PIHK dalam penyelenggaraan ibadah haji diawasi oleh Kementerian Agama melalui PPIH. Pengawasan itu untuk memastikan PIHK memberikan fasilitas dan pelayanan sesuai yang dijanjikan kepada jemaah.
Maswarni Erika Wahab, jemaah haji plus dari Pelembang, mengatakan pelayanan yang diterimanya sesuai standar. Jemaah yang diberangkatkan oleh Arminareka Perdana itu bersyukur semua agenda kegiatan ibadah maupun ziarah terlaksana.
Meski begitu, Erika menilai masih ada yang perlu ditingkatkan dari pelayanan PIHK tersebut. Terutama ketika kegiatan ziarah.
"Saran untuk Aminareka apabila di satu bus kalau ada janji ada pemandu atau ada mutalib, tolong dilaksanakan. Ini manajemennya saya bilang kurang baik. Terlalu banyak, jadi jemaahnya kurang terkoordinasi," tutur Erika saat ditemui di Hotel Maden, menunggu keberangkatan ke Mekah.
Tahun ini, sebanyak 18.320 jemaah haji khusus akan datang secara bergelombang ke Arab Saudi sampai dengan sekitar 20 Juni mendatang.
Sebagian besar rombongan mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Dari situ ada yang singgah di Madinah lebih dahulu, ada yang yang langsung ke Mekah. (Z-5)
Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menilai persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) masih berada di jalur yang tepat.
Kiat aman menunda haid dengan obat hormon bagi calon jamaah haji perempuan agar ibadah lancar, sesuai anjuran dokter spesialis.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan adanya peningkatan layanan bagi jemaah haji di khususnya saat layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada pelaksanaan haji 2026.
MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan yang disajikan untuk peserta diklat calon Petugas Haji 2026.
CALON Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama bagi jamaah yang mengalami kondisi darurat, Senin (12/1).
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved