Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PRIMAYA Hospital menjalin kerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI). Penandatanganan MoU kerja sama dilakukan CEO Promaya Hospital Leona A Karnali dan Sekretaris YKKBI Damayanti Johan.
Kerja sama ini ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk lebih dari 28.000 peserta YKKBI yang terdiri dari pegawai aktif dan pensiunan Bank Indonesia.
Kerja sama meliputi pelayanan rawat inap, rawat jalan yang dalam hal ini adalah konsultasi dokter spesialis dan subspesialis, tindakan medis, tindakan khusus, layanan gawat darurat, fisioterapi serta one day care atau perawatan dalam waktu singkat (1 hari).
Baca juga : Layanan Inseminasi Lebih Hemat di RSIA Sam Marie Basra, Jakarta Timur
Untuk mendukung kerja sama itu, Primaya Hospital juga menyediakan kemudahan dalam proses transaksi serta menawarkan layanan promotif berupa edukasi kesehatan untuk para peserta.
Sekretaris YKKBI Damayanti Johan mengatakan, nilai PRIMA (Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan, Asertif) yang diusung Primaya Hospital menjadi salah satu alasan pihaknya menggandeng Primaya Hospital sebagai rekan pelayanan kesehatan.
Baca juga : 9 Undang-Undang Bakal Digusur karena RUU Kesehatan, IDI: Tidak Setuju!
"Selain itu, lokasi Primaya Hospital yang sesuai dengan sebaran domisili pegawai dan pensiunan bank Indonesia serta layanan kesehatan yang lengkap di seluruh rumah sakit Primaya Hospital Group juga kami apresiasi, sehingga seluruh peserta kami di berbagai wilayah di Indonesia mendapatkan pelayanan yang sama," katanya.
Leona A Karnali menegaskan, sebagai rumah sakit yang mengutamakan patient experience, Primaya Hospital memastikan pasien mendapatkan pengalaman yang menyenangkan baik mulai dari pendaftaran, pada waktu pemeriksaan, hingga saat pengambilan obat.
Untuk itu, Primaya Hospital menyediakan fasilitas seperti pendaftaran online melalui website, mobile apps atau chatbot dan melihat jadwal dokter secara online. Upaya digitalisasi ini dilakukan untuk mempermudah pasien dalam mengakses informasi dan melakukan pendaftaran, serta mengurangi waktu tunggu pasien.
Kami mengucapkan terimakasih bagi YKKBI yang telah memberi kepercayaan kepada Primaya Hospital untuk melayani peserta YKKBI. Rumah sakit kami telah mendapatkan akreditasi internasional dari Joint Commission International sejak 2014, dimana hanya 23 dari 3000 rumah sakit di Indonesia yang mendapatkan akreditasi tersebut, dan kami menerapkan standarisasi yang sama di seluruh jaringan kami di Indonesia. Dengan diresmikannya kerjasama kami siap memberikan solusi kesehatan terpercaya bagi seluruh peserta YKKBI di Indonesia," pungkasnya. (RO/Z-5)
IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Penonaktifan peserta PBI JKN dan PBPU dilakukan tanpa ukuran yang jelas dan berpotensi mengorbankan warga miskin.
MASYARAKAT saat ini dinilai tidak hanya menginginkan pengobatan untuk penyakit yang dialami.
KAI Divre I Sumatra Utara saat ini telah mengelola enam titik layanan kesehatan strategis, yaitu Klinik Mediska Medan, Pulobrayan, Binjai, Tebing Tinggi, Kisaran, dan Siantar.
KOLABORASI disebut sebagai salah satu hal utama yang harus dikuatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan lintas negara. khususnya antara Indonesia dan Malaysia.
Di sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Acara tahunan yang dihadiri khusus management ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa mereka.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menyoroti isu kelangkaan BBM di SPBU swasta dan kabar dirumahkannya sebagian karyawan.
Hingga awal 2025, lebih dari 57.000 tenaga kerja telah mengikuti program pelatihan IWIP dan WBN.
Deloitte Global Human Capital Trends Survey (2025) mengungkap lebih dari dua pertiga (66,6%) pekerja merasa sistem evaluasi kinerja mereka tidak adil dan kurang setara.
Bagi Hanasui, perjalanan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata apresiasi kepada tim yang telah menjadi pilar kesuksesan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved