Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SINEMA Keliling merupakan bagian dari program Roadshow Festival Film Bulanan 2023 yang berisikan pemutaran film-film pendek karya anak bangsa.
Kegiatan Sinema Keliling juga dipadukan dengan berbagai hiburan, seperti musik, pertunjukan kesenian dan lain sebagainya yang bertujuan untuk memasyarakatkan menonton film sebagai bentuk upaya meningkatkan perekonomian kreatif Indonesia.
Setelah sukses dilaksanakan di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya, kali ini Sinema Keliling bekerja sama dengan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca juga: Festival Film Bulanan, Sandiaga Yakin Sineas Lokal Buat Karya Bertaraf Internasional
Acara ini dilaksanakan tiga hari pada tanggal 26 - 28 Mei 2023 di Lapangan Basket Kampus II UIN Mataram, Lombok, NTB.
Dengan mengusung tema #AyoNontonFilm, Festival Film Bulanan ingin mengajak dan memasyarakatkan menonton film.
Dalam keterangan, Selasa (6/6), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan ada banyak subsektor yang akan berkembang dengan memasyarakatkan menonton film lewat acara screening seperti Sinema Keliling.
Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Sineas Lokal Tunjukkan Kekhasan Daerah dalam FFB
“Dengan banyaknya acara screening seperti Sinema Keliling, ada banyak subsektor yang meningkat. Bukan hanya film, tapi juga subsektor kreatif lainnya seperti kuliner, kriya, musik, seni pertunjukan, dan semua itu saling terintegrasi membentuk ekosistem yang solid,” ujar Sandiaga Uno.
Sinema Keliling Beri Pandangan Luas kepada Mahasiswa
Gemuh Surya Wahyudi selaku Dosen di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Mataram mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan pandangan luas kepada mahasiswa.
“Tidak hanya berbicara di lokal saja, tapi teman-teman mahasiswa di sini bisa dapat insight baru dari teman-teman sineas yang dari luar juga dan diharapkan adik-adik mahasiswa ini tidak hanya selesai di produksi-produksi film berupa tugas kuliah saja, karena ini bisa jadi batu loncatan untuk teman-teman berkarir di industri film,” ujar Gemuh.
Bava juga: Melalui Festival Film Bulanan, Sandiaga Pacu Sineas Lokal Masuk Industri Perfilman
Acara dibuka oleh Imam Wuryanto, Koordinator Subsektor Film Direktorat Musik, Film & Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vera Damayanti sebagai perwakilan Founder Festival Film Bulanan, dan Muhammad Saleh selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram.
Selain pemutaran film, ada juga 'Dialog Malam' yang bertemakan membangun ekosistem komunitas film lokal dan kampus dalam mendukung ekonomi kreatif dan promosi daerah di hari pertama.
Sedangkan di hari ke-2, membahas tentang memulai karir film serta tantangan dan peluangnya. Ada pula acara lainnya di sela-sela pemutaran, seperti pertunjukan kesenian, band, dan stand up comedy.
Tercatat total pengunjung Sinema Keliling di Lombok mencapai lebih dari seribu partisipan yang terdiri dari mahasiswa, komunitas film, hingga masyarakat umum dengan total 15 film yang diputar, terdiri dari Film Terpilih Festival Film Bulanan, film karya sineas lokal, serta film-film karya mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Mataram.
Baca juga: Jamaah Sinema Madani Sambut Madani Film Festival 2023
Adapun film tersebut adalah Pepadu, Sailum: Song of The Rustling Leaves, Maramba, Gemintang, Maulid Adat Bayan, Krenteg, Surro, Pesen Pungkasan, Waiting For Your Phone Call, Cerita di Waktu yang Salah, Merajut Selamat Tinggal, Angen, Jamal, Patiq, dan Pamit.
Berbagai tanggapan muncul setelah terselenggaranya acara Sinema Keliling. Salah satunya Danang Jatmiko, dari Komunitas Bale Sineas Mentaram (Basement) yang mengharapkan acara ini bisa terus konsisten diadakan.
“Sangat bagus ya di setiap daerah ada, ini jadi semacam trigger buat kita kapan ya film kita diputar. Jadi memacu kita untuk berkarya juga. Pokoknya senang sekali bisa ada Sinema Keliling di Lombok," ujar Danang.
Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Sineas Bali, NTB, dan NTT Partisipasi di Festival Film Bulanan
Senada dengan Danang, Rara pengunjung dari Jakarta juga mengatakan acara ini sangat bermanfaat untuk teman-teman sineas dan masyarakat.
"Keren sih kita jadi bisa lebih kenal film-film karya sineas lokal, kita jadi bisa lebih mengenal produksian dari teman-teman juga, semoga Sinema Keliling dari Festival Film Bulanan tetap ada supaya teman-teman filmmaker tetap semangat bikin film," ujar Rara.
Salah satu UMKM yang membuka booth di Sinema Keliling juga memberikan pandangannya, “Senang sekali ikut berpartisipasi dalam acara Sinema Keliling ini, karena saya bisa mempromosikan usaha saya, memperluas pasar saya dan jualan saya juga laris,” ujar Nining, UMKM Bibociy. (RO/S-4)
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
HADIRKAN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (Gemawira) dan Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) menggelar Workshop.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Bank Infaq Amanah Banyumanik menggelar Workshop Baking Pizza dan Wingko Singkong bertajuk 'Berkah Melimpah Inovasi Komoditas Lokal'.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Relawan Kamie Muda Aceh menyalurkan sembako di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada 5–6 Januari 2026.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) menggelar bazar sembako murah serba Rp10.000 untuk meringankan beban warga terdampak bencana di Sumatra Barat.
Film pertama yang lolos seleksi awal yaitu The Boy with White Skin yang disutradarai Simon Panay (Perancis) untuk film pendek live-action terbaik.
Jakarta Film Week 2025 resmi dibuka dengan film The Fox King. Festival ini menampilkan 134 film dari 25 negara.
Jakarta Film Week 2025 menggelar konferensi pers di CGV FX Sudirman, Jakarta, yang menandai pencapaian lima tahun perjalanan festival ini.
"Melalui LSSFF 2025, kami ingin melihat bagaimana generasi muda maupun para kreator film ini menceritakan Kota Semarang, baik dari Lawang Sewu maupun gang-gang kecil di Kota Lama,"
FILM horor MVP Pictures yang disutradarai Randolph Zaini, Dia Bukan Ibu (A Woman Called Mother) resmi terpilih sebagai official selection Fantastic Fest 2025.
Festival Film Wartawan tahun ini menjadi tribut mendalam bagi almarhum Wina Armada Sukardi, Presiden FFW, yang baru saja berpulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved