Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes Yuanita Asri Langi mengatakan ibu hamil yang mengalami diabetes perlu mendapatkan penanganan khusus, sebab gula darah yang tinggi akan mempengaruhi kehamilannya.
"Aliran darah pada ibu yang diabetes melitus dengan kadar gula darah yang tinggi, akan memengaruhi proses kehamilan dan proses bayi di dalam kandungan. Itulah yang menyebabkan ibu hamil dengan diabetes melitus perlu penanganan khusus," kata dokter yang berpraktik di rumah sakit pemerintah RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, dikutip Senin (5/6).
Menurut Yuanita, ada dua jenis diabetes pada ibu hamil yaitu diabetes melitus hamil (DMH) dan diabetes melitus gestasional (DMG).
Baca juga: Komplikasi Diabetes Lebih Fatal pada Wanita Dibanding Pria
Ia menjelaskan, DMH artinya ketika seorang perempuan sudah didiagnosis menderita diabetes melitus kemudian hamil. Sementara DMG adalah ketika seorang perempuan tidak pernah terdiagnosa menderita diabetes melitus, namun ketika hamil, kadar gula darahnya di atas normal.
Baik DMH maupun DMG, menurut Yuanita, perlu dikelola dengan baik karena kadar glukosa darah yang tinggi akan memengaruhi fungsi dan perkembangan plasenta.
"Apa pun juga, kalau gula darah naik di atas normal akan memengaruhi perkembangan dan fungsi plasenta," ujar Yuanita.
Baca juga: Influenza Bisa Berbahaya Bagi Pasien Diabetes
Padahal, lanjut dia, plasenta mengatur nutrisi dan banyak hal lainnya terhadap janin.
Untuk itu, Yuanita mengatakan bagi wanita yang sudah didiagnosa diabetes melitus, kehamilannya sebaiknya direncanakan terlebih dahulu sehingga tubuh ibu lebih siap untuk menjalani kehamilan.
"Kehamilannya harus direncanakan. Artinya, diusahakan sel sperma bertemu sel telur saat gula darah bagus," katanya.
Yuanita menjelaskan, perencanaan kehamilan pada perempuan dengan diabetes melitus penting sebab ia akan melewati tiga tahap pengelolaan kesehatan yakni sebelum pembuahan (prakonsepsi), selama hamil (antenatal), dan setelah melahirkan (pospartum).
Sementara mengenai DMG, Yuanita mengatakan kondisi tersebut memiliki dampak buruk baik terhadap ibu maupun bayi.
Pada ibu, dampak jangka pendeknya adalah preeklamsia atau eklamsia dan sulit saat melahirkan, sedangkan jangka panjangnya di antaranya mengalami DMG pada kehamilan selanjutnya hingga berisiko mengalami diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung koroner.
Pada bayi, dampak jangka pendek DMG di antaranya hipoglikemia neonatal dan distosia bahu, sedangkan jangka panjangnya termasuk risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung koroner.
Adapun penatalaksanaan diabetes pada ibu hamil, menurut Yuanita, adalah dengan terapi nutrisi medis melalui pengaturan asupan nutrisi, latihan fisik terjadwal, pemantauan glukosa darah baik secara mandiri atau didampingi, serta mengendalikan peningkatan berat badan ibu saat hamil.
Jika indeks massa tubuh (IMT) ibu sebelum hamil adalah kurang, maka kenaikan berat badan selama hamil yang diperbolehkan adalah 12,5-18 kilogram, sedangkan jika lebih adalah 7-11,5 kilogram dan jika diabetes adalah 5-9 kilogram.
"Jika IMT ibu sebelum hamil normal, maka selama kehamilan dia boleh naik berat badan maksimal 16 kilogram," ujar Yuanita. (Ant/Z-1)
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
Darah implantasi adalah flek ringan tanda awal kehamilan. Ketahui ciri, penyebab, waktu muncul, dan cara membedakannya dari haid.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Studi terbaru mengungkap diabetes bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi GDP dunia. Temukan mengapa pencegahan dini menjadi kunci stabilitas ekonomi.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Langkah pertama dalam merawat luka diabetes adalah menjaga kebersihan luka setiap hari. Luka harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun
Diabetes tipe 5 atau maturity onset diabetes of the young (MODY), merupakan variasi diabetes yang biasanya muncul pada usia muda biasanya kurang dari 25 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved