Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada semester dua 2023 ada peluang terjadinya El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat.
Kondisi itu berpotensi menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah Indonesia. Pada periode itu juga dikatakan Indonesia sedang masuk musim kemarau.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, musim kemarau akan membawa dua potensi dampak bencana, yaitu bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga : Darurat Bencana Asap, Modifikasi Cuaca di Kalbar Dilakukan 15 hari
"Kekeringan akan membawa dampak gagal panen bagi pertanian dan kesulitan air bersih di daerah-daerah yang kering," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (28/5).
Untuk mengantisipasi kekeringan, BNPB, BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan TNI AU dikatakan melakukan upaya mitigasi dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengisi embung, danau serta waduk-waduk yang dikhawatirkan akan kering saat puncak kemarau.
Baca juga : Siaga Darurat Bencana Asap Kalbar, BNPB Kerahkan Satu Pesawat TMC
"TMC untuk pengisian waduk ini sudah berjalan dari Maret dan akan terus berjalan dengan memperhatikan prakiraan datang kemarau dan sisa awan hunan dari BMKG. Kita harapkan upaya ini akan bisa mengurangi potensi kesulitan air saat kemarau," tandas Suharyanto. (Z-5)
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
Pantau Gambut mengatakan kondisi 2025 masih menunjukkan pola rawan karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved