Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MEREK jam tangan ternama, Timberland, kembali meluncurkan kampanye inovatif untuk mendukung perjuangan global dalam pengurangan penggunaan plastik.
Melalui kampanye ini, Timberland mengajak para pelanggan dan penggemar produknya untuk lebih sadar akan dampak buruk penggunaan plastik terhadap lingkungan dan berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan.
"Sebagai distributor jam utama, kami sangat mendukung kampanye pengurangan plastik yang digagas oleh Timberland," ujar Sugianto, Direktur Startime, perusahaan distributor jam tangan original, dalam keterangan pers, Sabtu (27/5).
Baca juga: Baru 42 Produsen yang Miliki Peta Jalan Pengurangan Sampah
"Kami berharap kampanye ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian bumi," tutur Sugianto.
Baca juga: Dropbox untuk Pengelolaan Sampah Plastik saat Musim Mudik
Sebagai salah satu merek terkenal dalam industri jam tangan, Timberland dikenal dengan DNA-nya yang kuat dalam penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.
"Kini, melalui kampanye pengurangan plastik, Timberland berusaha untuk mengurangi dampak buruk produksi jam tangan terhadap lingkungan dan memperkuat komitmen merek dalam menjaga kelestarian bumi," kata Sugianto.
Fokus Pengurangan Penggunaan Plastik
Kampanye pengurangan plastik Timberland berfokus pada pengurangan penggunaan plastik dalam proses produksi jam tangan dan juga pada pengurangan penggunaan plastik oleh pelanggan.
Baca juga: KLHK: 67% Konsumen Pilih Produk Ecofriendly
Melalui kampanye ini, menurut Sugianto, Timberland berkomitmen untuk memperkenalkan solusi inovatif dan alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam produksi jam tangan, seperti penggunaan bahan-bahan daur ulang dan pengurangan jumlah plastik yang digunakan dalam kemasan produk.
Tak hanya itu, Timberland juga memanfaatkan media sosial seperti Tiktok, Youtube, Instagram, dan Facebook, serta akun social media @Startimeofficial, untuk memperkenalkan kampanye ini kepada masyarakat luas dan mengajak mereka untuk berpartisipasi aktif dalam mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Kampanye Kantong Belanja dan Botol Minum Reusable
Melalui penggunaan kantong belanja dan botol minum reusable, Timberland berharap dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan dan mengedukasi masyarakat mengenai dampak buruk plastik terhadap lingkungan.
Baca juga: Chandra Asri Pacu Pemanfaatan Sampah Plastik Low Value Jadi Aspal
Dengan kampanye pengurangan plastik ini, Timberland berusaha untuk memperkuat nilai-nilai merek dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan adanya inovasi dan solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan,
"Timberland memberikan contoh bagi industri jam tangan dan masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga kelestarian bumi dan merespons tantangan global dalam mengurangi penggunaan plastik," papar Sugianto. (RO/S-4)
UMJ membantah keras isu ‘mahar aksi’ dalam demonstrasi BEM soal sampah Tangsel. Kampus menilai tudingan tersebut menyesatkan dan tidak berdasar.
Mulai pekan ini, setiap KK yang sebelumnya menerima dua galon air mineral per minggu, kini akan mendapatkan empat galon air secara rutin selama satu bulan ke depan.
Wali Kota Tangsel memastikan pihaknya telah mengamankan kesepakatan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi untuk mengurai penumpukan.
Dalam tuntutannya, BEM UMJ mendesak Wali Kota Tangsel bertanggung jawab atas terjadinya penumpukan sampah, khususnya di wilayah Ciputat dan sekitarnya.
Darurat sampah Tengerang dan Tangsel disebut pengamat sebagai bukti dari kegagalan tata kota dan pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
AKTIVIS Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Muhammad Aminullah menilai kondisi darurat sampah Tangerang bukan peristiwa mendadak, melainkan akumulasi kelalaian tata kelola.
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dipandang penting untuk mengatasi sampah laut.
Program pengelolaan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis, seperti batako, pot bunga, dan pelat.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved