Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DAUN satu ini memiliki cita rasa manis. Daun itu bernama Stevia. Daun yang memiliki nama ilmiah Stevia rebaudiana itu merupakan daun yang memiliki khasiat positif bagi kesehatan tubuh.
Daun yang berasal dari Amerika Latin ini termasuk dalam keluarga bunga matahari. Daun ini banyak dibudidayakan di Paraguay, Kenya, Tiongkok, Amerika, Vietnam, Brazil, India, Argentina, dan Kolombia.
Rasa manis dari daun ini sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Rasa itu berasal dari kandungan senyawa steviol glikosida. Senyawa ini memiliki tingkat kemanisan 250–300 kali lipat daripada sukrosa (gula murni).
Baca juga: Vaksin HPV Penting untuk Cegah Kanker Serviks
Karena sangat manis, penggunaan sedikit stevia sudah cukup memberikan rasa manis di dalam minuman. Meski rasanya jauh lebih manis daripada gula, stevia tidak mengandung kalori. Karena itu, stevia kini banyak digunakan sebagai pengganti gula.
Selain sebagai pemanis, Stevia memiliki banyak manfaat. Yuk di scroll trus sampai ke bawah.
Baca juga: Stevia, Peluang Usaha yang semakin Manis
Karena tidak mengandung kalori, anda dapat menikmati teh dan kopi tanpa takut mengalami kenaikan berat badan. Bagi kamu yang sedang menjalani program diet menurunkan berat badan atau ingin menjaga berat badan ideal, daun stevia tentu bisa jadi pilihan.
Penderita diabetes disarankan tidak mengonsumsi gula dan minuman manis, untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun dokter menganjurkan agar gula diganti dengan stevia.
Menurut penelitian, stevia tergolong aman digunakan sebagai pemanis untuk orang dengan diabetes. Pasalnya konsumsi stevia tidak merusak kestabilan kadar gula darah.
Riset lainnya menemukan stevia dapat menurunkan kadar insulin dan glukosa darah. Stevia juga bisa menambah rasa kenyang lebih lama. Alhasil, pengidap diabetes bisa mengontrol keinginan untuk makan atau ngemil berlebihan.
Sebuah studi mengungkapkan orang yang rutin mengonsumsi stevia selama satu bulan mengalami peningkatan kadar kolesterol baik (HDL). Tidak hanya itu, riset menunjukan konsumsi stevia penurunan kadar kolesterol jahat (LDL) maupun trigliserida.
Tidak seperti gula konvensional yang dapat menyebabkan gigi berlubang, stevia ramah untuk kesehatan gigi dan rongga mulut. Meski begitu, kamu tetap disarankan untuk rajin menyikat gigi sebanyak dua kali sehari.
Stevia mengandung sterol dan antioksidan. Salah satu zat yang ada di dalam antioksidan adalah kaempferol. Penelitian mengungkapkan kandungan kaempferol dapat menurunkan risiko kanker pankreas sebesar 23%.
Anak-anak umumnya sangat suka mengonsumsi makanan manis dengan tambahan gula. Kebiasaan ini jadi penyebab banyak anak mengalami obesitas dan kerusakan gigi. Stevia bisa menjadi pemanis alternatif untuk berbagai kudapan manis dapat membantu mengurangi konsumsi gula anak. Risiko obesitas dan kerusakan gigi pun dapat diminimalkan.
Khasiat daun stevia diduga dapat bantu memelihara tekanan darah yang sehat. Beberapa jenis glukosida yang terkandung di dalam stevia disinyalir dapat membantu melebarkan pembuluh darah. Kandungan ini diyakini pula bisa meningkatkan pembuangan natrium maupun frekuensi buang air kecil. Pada gilirannya, hal ini dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi.
Efek gabungan dari fitosterol, antioksidan, serta vitamin A dan C dalam stevia membantu meningkatkan respons kulit terhadap stres oksidatif, sehingga mengurangi risiko terjadinya penuaan kulit. Manfaat ekstrak daun stevia yang digunakan sebagai skin care dapat bantu melawan kerutan di kulit.
Steviol glikosida adalah humektan yang menarik dan mempertahankan kelembapan. Ekstrak stevia yang diformulasikan menjadi pelembab ataupun toner wajah bermanfaat melembabkan kulit.
Meski daun stevia tergolong aman untuk kebanyakan orang, pemanis ini dapat menimbulkan efek samping. Stevia diduga dapat memengaruhi kondisi keseimbangan flora normal di saluran pencernaan.
Flora tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan, mendukung sistem kekebalan, dan memelihara keseimbangan berbagai komponen tubuh. Gangguan flora normal di saluran pencernaan disinyalir dapat memengaruhi kadar kolesterol dan indeks massa tubuh.
Selain itu, beberapa produk pemanis stevia mengandung alkohol gula seperti sorbitol. Bagi kamu pemilik saluran pencernaan yang sensitif, kandungan sorbitol dapat menimbulkan keluhan, seperti kembung, mual, dan diare.
Manfaat daun stevia untuk kesehatan tubuh memang banyak. Namun, waspadai juga efek sampingnya, terutama jika kamu memiliki pencernaan yang sensitif. (Z-3)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved