Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
STEVIA semakin membuat masyarakat penasaran. Mulai banyak berkembang menanam stevia di beberapa daerah di antaranya di Kabupaten Minahasa (Sulawesi Utara), Ciwidey (Bandung, Jawa Barat), Tawangmangu (Karanganyar, Jawa Tengah), dan Kota Batu (Jawa Timur).
Ketersediaan lahan untuk budi daya tanaman stevia di Indonesia masih luas terutama dengan memanfaatkan lahan tidur dan suboptimal pada ketinggian 700-1.500 mdpl yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman stevia.
Stevia merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi besar. Penanganan pascapanen tanaman stevia pun mudah dan sederhana, cukup memetik daun seperti tanaman teh.
Informasi Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado menyebutkan pada 2021 dilakukan ekspor stevia ke Korea Selatan melalui port Bitung dengan nilai investasi US$34 juta.
Stevia sebagai pemanis belum banyak dikenal dan dimanfaatkan. Padahal, bahan pemanis yang dihasilkan stevia, yakni glikosida steviol (GS) termasuk jenis high intense sweetener dengan tingkat kemanisan setara 300 kali gula tebu dan kalorinya rendah. Senyawa GS diperoleh melalui ekstraksi daun dan dinyatakan aman oleh Codex Alimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah FAO dan WHO.
Untuk mendukung pemerintah mewujudkan swasembada pemanis lainnya, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui ditjen perkebunan terus melakukan upaya responsif dan kolaboratif dengan mempersiapkan dari hulu hingga hilir, salah satunya target jangka pendek, yakni menetapkan varietas unggul lokal, yang selanjutnya akan dilepas varietas unggul, agar menghasilkan benih unggul stevia yang dimanfaatkan masyarakat.
“Pertanian ialah salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam menghadapi krisis pangan dunia saat ini. Stevia bisa jadi solusi menjawab tantangan itu. Dalam pengembangannya membutuhkan benih unggul besertifikat sehingga menghasilkan stevia berkualitas baik dan berdaya saing, yang didukung penguatan alat pengolahan, panen dan pascapanen, serta infrastruktur tepat dan memadai,” ujar Dirjen Perkebunan Kementan Andi Nur Alam Syah, di Jakarta, belum lama ini.
Andi pun mendorong generasi muda atau petani milenial mengembangkan stevia agar keberlanjutan pengembangan stevia dan bahan baku dapat terjamin, kemasan dan promosi semakin menarik, akses pasar meluas, serta investor semakin banyak.
Direktur Perlindungan Perkebunan Baginda Siagian menambahkan, ke depan untuk menghasilkan varietas unggulan perlu berkolaborasi dengan lembaga penelitian. “Kemudahan investasi bagi pengembang tanaman stevia juga perlu untuk membangun instalasi pabrik pengolahan hingga menjadi produk akhir yang siap dikonsumsi,” tutupnya. (RO/S3-25)
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
Stevia itu masuk ke kelompok pemanis alami. Senyawanya, yaitu steviol glikosida, diekstrak dan dimurnikan dari daun Stevia rebaudiana.
Menurut laporan dari Healthline dan Alodokter, stevia adalah pemanis alami yang diekstrak dari daun tanaman (Stevia rebaudiana) yang berasal dari wilayah Amerika Selatan.
Tidak hanya rasanya yang manis, kandungan gizi dalam stevia memiliki banyak manfaat.
Pengembangan komoditas sagu dilaksanakan di Riau (Kabupaten Kepulauan Meranti), Sulawesi Selatan (Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara), dan Papua Barat (Kabupaten Sorong Selatan).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved