Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI senior Pusat Pengkajian dan Masyarakat Islam (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Didin Syafruddin mengungkapkan bahwa penyebab tumbuhnya intoleransi dalam dunia pendidikan adalah kurangnya interaksi dan dialog antarsiswa dari berbagai latar belakang perbedaan.
Hal itu, menurut dia, mengakibatkan antara siswa yang memiliki perbedaan, dikhawatirkan memiliki prasangka negatif dan masih canggung dalam menghadapi perbedaan.
"Lembaga pendidikan harus menjadi teladan dalam mempraktikkan pendidikan kemanusiaan dan budi pekerti. Pendidikan kemanusiaan yang efektif dalam mengubah perilaku ialah dengan menjadikan lembaga pendidikan itu sendiri sebagai teladan mempraktikkan pendidikan kemanusiaan," kata Didin seperti dikutip Antara di Jakarta, Jumat (5/5).
Didin menilai tiap unsur yang terlibat di dalam lingkungan sekolah, seperti kepala sekolah, guru, petugas keamanan, petugas kebersihan, petugas kantin, baik laki maupun perempuan, harus saling memuliakan satu sama lain.
Menurut dia, semua unsur harus memperlakukan secara setara dan adil apa pun agama, suku, status ekonomi, warna kulit, dan lainnya. Siswa harus ditanamkan pemikiran yang kritis serta mempraktikkan demokrasi.
"Pendidikan budi pekerti masih kurang karena pelaksanaannya masih melalui ceramah atau pengajaran. Padahal, pendidikan budi pekerti memerlukan diskusi dan dialog terbuka kritis, pembiasaan, keteladanan, dan konsensus bersama melalui proses demokratis," ujarnya.
Baca juga: Menko PMK: Semangat Keislaman dan Nasionalisme Harus Dibarengi Soft Skill
Didin mencontohkan kasus APH yang diduga melakukan ujaran kebencian terhadap warga Muhammadiyah, mengingatkan bahwa lembaga pendidikan harus menanamkan sikap ilmiah, sikap rasional, dan sikap objektif.
Dengan sikap tersebut, dia berharap berpendapat dan bersikap selalu berlandaskan data yang kuat serta mengurangi prasangka dalam menilai kelompok agama atau pihak-pihak lain.
"Untuk itu, perlu menyelaraskan antara keilmuan, pendidikan budi pekerti, dan nasionalisme untuk menumbuhkan rasa persatuan antaranak bangsa," katanya.
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga meminta pemerintah harus mendorong lembaga pendidikan dengan latar belakang homogen untuk bergaul, berjumpa, dan berinteraksi dengan kelompok yang berbeda.
Dia berharap pendidikan mampu menjadi institusi penting untuk mencetak peserta didik menjadi manusia dan anggota masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai universal kebaikan yang berpijak pada kemanusiaan.
"Penting terus-menerus menekankan bahwa Indonesia bukan negara NU, bukan negara Muhammadiyah, bukan negara salafi, dan bukan negara berdasar paham agama lainnya," katanya.
Menurut dia, lembaga pendidikan harus mempraktikkan dan menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang bersendikan kemuliaan setiap orang atau setiap warga negara. (Ant/I-2)
Layanan Pos Amerika Serikat resmi rilis prangko Muhammad Ali pada 15 Januari 2026 di Louisville. Menampilkan sisi petinju dan kemanusiaan sang legenda dalam 22 juta cetakan terbatas.
BPMI dan Istiqlal Global Fund (IGF) menunjukkan aksi kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan dari jemaah Masjid Istiqlal kepada masyarakat terdampak bencana alam di Aceh Tamiang
PUSAT Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama mencatatkan lompatan kinerja sepanjang 2025. Capaian itu perwujudan dari poin pertama Asta Protas Kemenag,
DKI Jakarta menyelenggarakan doa bersama lintas agama dan hiburan lainnya termasuk konser.
DPP Partai NasDem memerintahkan seluruh kader untuk bergerak cepat, turun langsung ke lokasi bencana, dan hadir di tengah masyarakat yang terdampak banjir dan longsor
Toleransi tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus hadir dalam perilaku yang menjunjung harmoni sosial dan kemanusiaan.Kemenag
Pendekatan adventure parenting dapat menjadi cara untuk membantu orangtua membangun karakter dan budi pekerti anak-anak.
Republik Indonesia hari ini, menurut pemikir kebinekaan Sukidi, memerlukan pendidikan karakter karena negeri ini telah bergerak jauh tanpa panduan budi pekerti luhur.
FILM Budi Pekerti yang dibintangi Prilly Latuconsina dan disutradarai Wregas Bhanuteja, baru saja tayang di Netflix. Film tersebut sebelumnya sempat ditayangkan di jaringan bioskop
Film Budi Pekerti (Andragogy) karya sutradara Wregas Bhanuteja kini sedang tayang di Netflix mulai 21 Maret 2024.
Aktor muda ini menyoroti pengalaman-pengalaman yang membentuk perspektifnya, sekaligus memberikan warna yang berbeda pada kisah hidupnya.
Denagn menjalankan kewajiban di rumah, anak-anak bisa belajar tanggung jawab, kerjasama, rasa hormat, dan solidaritas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved