Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kucing menjadi hewan yang paling banyak mengikuti program vaksinasi rabies yang diselenggarakan Pemerintah Kota Jakarta Barat. Angkanya tercatat mencapai 1.481 ekor. Sementara, hewan lain yaitu anjing hanya 342 ekor, kera 20 ekor dan musang 8 ekor.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Kasudin KPKP) Jakarta Barat, Novy C. Palit mengungkapkan, secara total, vaksinasi rabies di wilayah Jakarta Barat per 30 April 2023 sudah dilakukan terhadap 1.851 hewan. Jumlah tersebut baru 20,64% dari target 8.967 ekor di 2023.
"Angka itu sudah sesuai dengan permintaan vaksin dari setiap kecamatan. Jika sudah ada permintaan dari kecamatan," ujar Novy di Jakarta, Sabtu (6/5).
Baca juga: 7 Busana Unik Hingga Aneh dari Para Seleb Hollywood di Met Gala 2023, Terinspirasi dari Kucing!
Novy melanjutkan, penempatan jumlah petugas vaksinasi juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan atau di kecamatan terkait. Biasanya, Sudin KPKP menempatkan tiga petugas di setiap kecamatan.
"Namun, jika ada laporan dari kecamatan bahwa jumlah hewan yang akan divaksin sedikit, jumlah petugas juga diturunkan. Begitu juga sebaliknya," ucapnya.
Baca juga: Sterilisasi Kucing Baik untuk Kesehatan dan Menekan Populasi
Ia mengimbau kepada masyarakat, terutama di Jakarta Barat, yang memiliki hewan peliharaan yang belum divaksin untuk segera membawanya ke pusat kesehatan hewan setempat. Fasilitas tersebut sebaiknya dimanfaatkan mengingat pungutan biaya ditanggung pemerintah daerah setempat.
"Vaksinasi ini gratis dari Sudin KPKP Jakarta Barat dan dilakukan di seluruh kecamatan," tandasnya. (Z-11)
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Peneliti UC Davis menemukan virus corona pada kucing (FIP) mampu menginfeksi berbagai sel imun dan "bersembunyi". Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi fenomena Long covid pada manusia.
Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan kucing lebih vokal saat menyapa pemilik pria dibanding perempuan. Apakah ini bentuk manipulasi atau sekadar adaptasi sosial?
Studi terbaru mengungkap dua peristiwa pendinginan global mengubah bentuk tubuh hewan karnivora dari musang menjadi kucing dan beruang. Simak faktanya!
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kepribadian kucing lebih dipengaruhi oleh faktor genetik, pengalaman awal kehidupan saat sosialisasi dengan manusia dan lingkungan.
Setiap tanggal 1 September, Amerika Serikat merayakan Hari Apresiasi Kucing Oranye untuk menghormati kucing-kucing berbulu jingga yang menggemaskan.
Bulu kucing rontok dapat disebabkan oleh sejumlah alasan, dan salah satu penyebab yang umum adalah alergi kulit.
Kucing ini juga bisa marah jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun, karena kepintaran mereka, mereka pandai mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved