Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan menyebut imunisasi rutin lengkap yang disuntikkan kepada anak-anak dapat memberikan manfaat berupa proteksi kesehatan yang lebih kuat secara lintas kelompok usia.
"Kalau beberapa tahun yang lalu kita selalu menyampaikan imunisasi dasar lengkap, imunisasi dasar lengkap, sekarang, kita harus berubah menjadi imunisasi rutin lengkap. Jadi semua (jenis imunisasi) itu harus didapatkan oleh setiap anak di Indonesia," kata Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine, Kamis (4/5).
Prima menuturkan imunisasi yang diberikan pada anak-anak, bisa melindungi masyarakat menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari suatu penyakit.
Baca juga: 3 Imunisasi Berlaku Secara Nasional pada Tahun Ini
Misalnya imunisasi rubella, vaksin yang diberikan bisa mencegah terjadinya sindrom rubella kongenital pada perempuan yang sedang memasuki usia kehamilan muda.
Penyakit itu merupakan suatu kumpulan gejala penyakit yang terdiri dari kekeruhan lensa mata, penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran dan keterlambatan perkembangan, keterlambatan bicara dan disabilitas intelektual.
Ia mengatakan imunisasi juga berperan dalam mencegah anak-anak terkena campak sejak usia mudanya. Dengan melengkapi dosis vaksinasi, kekebalan kelompok (herd immunity) terbentuk dengan baik dan mampu memproteksi kelompok-kelompok yang belum bisa mendapatkan imunisasi.
Baca juga: Ternyata, Orang Dewasa juga Penting untuk Dapat Imunisasi
Guna memproteksi masyarakat di seluruh kalangan usia sejak anak-anak, hal yang diupayakan pemerintah adalah menambah jenis imunisasi pada anak yakni vaksin PCV untuk melawan pneumonia, vaksin Rotavirus (RV) dan Japanese Encephalitis (JE) untuk mencegah radang otak.
Sementara, untuk usia sekolah, disertakan pula vaksin HPV yang bisa mencegah anak perempuan terkena kanker serviks.
Prima menambahkan program imunisasi yang pemerintah canangkan saat ini sudah mulai bisa diberikan setelah anak dilahirkan. Misalnya imunisasi untuk Hepatitis B, yang nanti bisa dilanjutkan dengan jenis vaksin lainnya.
Ia menyarankan orangtua juga bisa membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan multi imunisasi atau beragam jenis vaksin yang sudah ditentukan untuk diberikan sekaligus pada seorang anak dalam satu waktu tertentu.
Prima turut mengajak setiap orangtua untuk tidak abai dan membantu meningkatkan cakupan imunisasi, supaya kasus baru dari Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) yakni polio, tetanus, campak dan rubella tidak ditemukan lagi.
"Jadi sudah jelas ya pemberian imunisasi itu tidak hanya sampai pada usia bayi saja, tapi harus dilanjutkan ketika anak menginjak usia sekolah. Kita pun sedang melakukan pendekatan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengatakan sebagai upaya pencegahan virus Nipah maka yang bisa dilakukan yaitu menjaga protokol kesehatan, dan mengetahui cara penularannya.
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved